Kemenhub akan Bangun Kembali Jembatan KA di Brebes yang Roboh Akibat Banjir
Heru menerangkan bahwa, setelah ada laporan kejadian ini, pihak terkait dari unsur PT KAI DAOP 5 Purwokerto, BTP Jawa Bagian Tengah, dan stakeholder terkait lainnya langsung melakukan langkah mitigasi dengan melakukan perubahan pola operasi.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun Jembatan KA baru sebagai pengganti rusaknya jembatan Rel Kereta Api (KA), BH 1120 bentang 180 meter antara petak jalan Stasiun Bumiayu - Linggapura pada KM 305/56 Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kec. Tonjong, Kab. Brebes yang roboh akibat banjir.
"Jembatan ini terputus akibat meluapnya sungai Glagah yang menggerus struktur dasar bangunan tiang jembatan. Hujan yang terus menerus dengan intensitas tinggi di daerah Brebes telah menyebabkan banjir dengan arus deras yang menyebabkan tiang pilar jembatan setinggi 22 meter roboh dan patah, serta bantalan Rel sepanjang 50 meter mengalami hal yang sama," ujar Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo dalam pernyataannya, Rabu (13/1).
Heru menerangkan bahwa, setelah ada laporan kejadian ini, pihak terkait dari unsur PT KAI DAOP 5 Purwokerto, BTP Jawa Bagian Tengah, dan stakeholder terkait lainnya langsung melakukan langkah mitigasi dengan melakukan perubahan pola operasi. Selain itu, pihaknya juga menempatkan petugas jaga di lokasi rawan kejadian dalam waktu 24 jam serta melakukan pemantauan kondisi jembatan paska kejadian.
Kejadian ini telah menyebabkan gangguan perjalanan KA sehingga berdampak pada perubahan pola operasi perjalanan KA. Beberapa KA perjalanannya harus memutar lewat Kroya – Bandung – Cikampek, di antaranya KA Gajayana relasi Malang – Gambir, KA Argo Dwipangga relasi Solobalapan – Gambir, KA Bima relasi Malang – Gambir, KA Bengawan relasi Purwosari – Pasar Senen, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen dan KA Senja Utama Solo relasi Solobalapan – Pasarsenen. Sedangkan perjalanan KA yang memutar melewati Prupuk – Tegal di antaranya yaitu KA Gajayana relasi Gambir – Malang dan KA Parcel Tengah.
"Saya memberikan apresiasi kepada PT KAI yang telah melakukan pantauan di daerah rawan, mendeteksi secara dini adanya potensi gogosan akibat aliran sungai yang sangat kuat oleh banjir yang meluap, sehingga langsung dilakukan langkah pencegahan dan perubahan pola operasi perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut," tegas Heru.
Struktur Jembatan
Jembatan ini berada pada jalur ganda dan struktur jembatan antara jalur hulu dan hilir terpisah, sehingga setelah dilakukan evaluasi terhadap jembatan yang sebelahnya masih kuat dilalui KA. "Alhamdulillah saat ini lintas ini sudah bisa dilewati KA dengan satu jalur dengan pembatasan kecepatan," ucapnya.
Oleh karena itu, dia menyebut pihaknya akan segera melakukan pembuatan jembatan baru untuk mengganti jembatan yang roboh ini.
"Untuk langkah ke depan kita akan evaluasi penanganan jembatan lama yang rusak dengan bangunan baru menggunakan alokasi dana IMO mengingat konstruksi jembatan lama masih menggunakan pondasi dangkal," paparnya.
Tidak lupa Heru berpesan kepada Operator dan Balai Teknik Perkeretaapian untuk lebih waspada lagi di musim penghujan ini.
"Saya minta PT KAI dan Balai Teknik untuk memantau semua kondisi jembatan, khususnya bangunan lama dan mendeteksi dini potensi banjir besar yang bisa mengganggu bangunan KA, termasuk jalur atau daerah rawan longsor yang bisa berpotensi mengganggu perjalanan KA," ujar dia mengakhiri.
(mdk/idr)