Kemendag sebut tiga negara berminat ekspor garam industri ke RI
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan ada tiga negara yang sudah mengajukan diri untuk menjadi pemasok garam industri ke Indonesia, yakni Australia, Thailand, Pakistan.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan ada tiga negara yang sudah mengajukan diri untuk menjadi pemasok garam industri ke Indonesia.
"Yang ngajuin diri Australia, Thailand, Pakistan," kata Oke saat ditemui dalam sebuah acara di Hotel Bidakara, Kamis (25/1).
Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan izin impor garam untuk keperluan bahan baku industri dalam negeri sebanyak 2,37 juta ton kepada 21 perusahaan. Impor tersebut merupakan bagian dari alokasi impor garam industri pada 2018 sekitar 3,7 juta ton.
Oke menjelaskan, impor tersebut hanya untuk garam industri untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, bukan garam konsumsi. Namun, dia enggan menyebutkan negara asal dari garam tersebut, sebab masih belum ditentukan.
"Importir yang tau negara asalnya," imbuhnya.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, alokasi impor garam pada 2015 yang diberikan pemerintah tercatat sebanyak 2,07 juta ton, dari alokasi tersebut realisasi mencapai 1,92 juta ton. Sementara pada 2016, alokasi sebanyak 2,26 juta ton dengan realisasi 2,01 juta ton.
Sementara pada 2017, alokasi impor mencapai 2,88 juta ton dengan realisasi 2,43 juta ton yang di antaranya merupakan garam konsumsi sebanyak 149.100 ton.
Baca juga:
Kemendag terbitkan izin impor garam industri 2,37 juta ton
Dukung e-commerce, Internet Retailing Expo Indonesia kembali digelar
Setelah beras, Kemendag keluarkan izin impor gula mentah 1,8 juta ton
Mendag: Impor beras 500.000 ton arahan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla
Hingga 17 Januari, stok beras Bulog mencapai 854.947 ton