Kemendag bantah harga telur dan daging ayam naik akibat peternak tahan pasokan
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahja Widayanti mengatakan, harga telur dan daging ayam memang cenderung tinggi. Namun, dia membantah jika kenaikan tersebut disebabkan oleh ulah peternak yang menahan pasokan ke pasaran.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahja Widayanti mengatakan, harga telur dan daging ayam memang cenderung tinggi. Namun, dia membantah jika kenaikan tersebut disebabkan oleh ulah peternak yang menahan pasokan ke pasaran.
"Ayam memang beberapa saat ini hasil pantauan kita di 34 provinsi, ayam memang agak spesial. (Pasokannya ditahan?) Enggak ada isu itu," ujar dia di Kawasan Kasablanka, Jakarta, Kamis (17/5).
Menurutnya, kenaikan harga dua komoditas tersebut kemungkinan disebabkan oleh produksinya yang tengah menurun.
"Ini dari sisi produksi, mungkin bisa ditanya ke Kementan. Karena saya sendiri tidak paham kalau itu berkaitan dengan hormon, suplemen, atau pakan. Mungkin kalau terkait dengan harga DOC kita lihat komponen apa yang paling tinggi. Harus kita lihat dan sama-sama dengan Kementan. Karena misalnya kalau pakan itu tidak memenuhi kebutuhan dari ayam, nanti produksinya juga kurang baik," jelas dia.
Selain itu, kenaikan harga ini juga diperparah dengan permintaan yang semakin meningkat, terutama saat memasuki Ramadan.
"Ini kan harga karena mau puasa, permintaan tinggi. Terus bagi pedagang pasar, ini momen yang tepat untuk mereka menaikkan. Mereka jangan main-main dengan itu. Seperti kata Satgas Pangan, jangan main-main dengan harga pangan" kata dia.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta para peternak skala besar untuk turut menggelontorkan telur dan daging pasar tradisional. Meski demikian, dia belum bisa memastikan berapa banyak telur dan daging ayam yang harus dipasok, namun yang pasti stok akan terus digelontorkan hingga harga kedua komoditas tersebut kembali normal.
"Semula peternak intergrator yang besar-besar itu kita tidak izinkan masuk di pasar. Akhir minggu lalu saya sudah minta mereka turunkan (stok), yang peternak yang di luar intergrator. Belum turun juga (harganya), terpaksa kita minta (peternak) yang besar-besar untuk gelontorin di pasar," ungkap dia.
Saat ini, rata-rata harga telur di pasar tradisional di Jakarta mencapai Rp 26 ribu per kg, naik dari harga normal yang berkisar Rp 20 ribu per kg. Sedangkan harga daging ayam berkisar Rp 36 ribu per ekor.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Hari pertama puasa, harga cabai dan bawang putih merangkak naik
Memasuki Ramadan, harga telur dan daging ayam masih bergejolak
Sandiaga pastikan stok bahan pokok aman selama Ramadan
Jelang puasa, pedagang daging sapi banjir pembeli
Wali Kota Banda Aceh jamin stok sembako cukup selama Ramadan