LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenangan Joe Biden Jadi Salah Satu Pertimbangan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Indikator lainnya, Perry meneruskan, keputusan RDG BI juga mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional yang ikut membaik. Itu tercermin dari kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 yang tidak sedalam triwulan sebelumnya.

2020-11-19 15:17:54
Bank Indonesia
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memaparkan alasan diturunkannya suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen pada November 2020.

Perry mengatakan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai indikator. Seperti pertumbuhan ekonomi kuartal III di sejumlah negara mulai membaik, volume perdagangan dan harga komoditas yang menurun, termasuk kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) atas Donald Trump.

"Kami memandang perekonomian global dan kondisi pasar keuangan global membaik. Tentu ini merespons perkembangan-perkembangan positif antara lain hasil pemilu di Amerika, maupun kemajuan dalam penemuan vaksin, maupun juga berbagai kerjasama perdagangan dan investasi secara regional, termasuk RCEP," jelasnya, Kamis (19/11).

Advertisement

Indikator lainnya, Perry meneruskan, keputusan RDG BI juga mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional yang ikut membaik. Itu tercermin dari kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 yang tidak sedalam triwulan sebelumnya.

"Permintaan domestik juga mulai membaik secara bertahap. Kinerja ekspor juga membaik, terutama didorong permintaan dari Amerika dan China," sambungnya.

Advertisement

Pantau Pergerakan Ekonomi

Ke depan, Bank Indonesia disebutnya akan terus memantau pergerakan ekonomi nasional dan global, yang diproyeksikan membaik pada kuartal IV 2020 dan 2021 mendatang.

"Tentu saja sebagaimana kami sampaikan, kami akan pantau perkembangan ekonomi global dan domestik, khususnya inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nilai tukar rupiah. Dan tentu saja kami lihat bulan ke bulan untuk menentukan respon kebijakan," ujarnya.

"Tapi perlu kami tegaskan bahwa stance kebijakan moneter dan pelonggaran Bank Indonesia tidak hanya dicerminkan dari suku bunga acuan yang 3,75 persen. Tetapi juga perlu dilihat juga ekspansi likuiditas yang sudah sangat besar kami lakukan," dia menegaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.