LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kelangkaan Premium disebut karena pemerintah membatasi penjualan

Kelangkaan Premium yang terjadi di beberapa wilayah saat ini karena Pertamina dibatasi dalam menjual BBM bersubsidi. Kelangkaan ini juga imbas dari kenaikan harga Pertalite sebesar Rp 200 per liter.

2018-03-26 13:52:49
BUMN
Advertisement

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengatakan, kelangkaan Premium yang terjadi di beberapa wilayah saat ini karena Pertamina dibatasi dalam menjual BBM bersubsidi.

‎"Soal kelangkaan Premium. Pemerintah sekarang memberikan jumlah Premium yang harus disiapkan Pertamina. Kalau lebih dari itu ditangkap," ujar dia dalam diskusi bertema Mencermati Manfaat Pembentukan Holding BUMN Migas di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, kelangkaan Premium ini salah satunya imbas dari kenaikan harga Pertalite sebesar Rp 200 per liter. Sebab, saat harga BBM nonsubsidi naik, maka masyarakat akan kembali beralih ke Premium yang disubsidi pemerintah. Sedangkan penjualan BBM RON 88 tersebut terbatas.

Advertisement

"Pada saat yang lain naik, pasti Premium langka, karena orang pindah ke Premium. Sedangkan jumlah Premium dibatasi‎. Pertalite naik karena bukan subsidi, itu kan tempat pelarian dari Pertamax ke Premium, ada antara, tapi tidak dikendalikan," imbuhnya.

Dengan kelangkaan Premium ini, maka pemerintah harus segera mengambil langkah agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Sebab selama ini, masyarakat sudah diarahkan untuk beralih ke Pertalite namun harganya malah dinaikkan.

"Jadi dengan kelangkaan ini pemerintah harus hadir. Kalau memang dinyatakan langka maka pemerintah menugaskan untuk tambah lagi Premium," tandasnya.

Advertisement

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pertamina tetap nombok meski subsidi ditambah, ESDM sebut demi jaga keuangan negara
Penambahan subsidi Solar bantu pulihkan keuangan Pertamina
Selain listrik, pemerintah naikkan besaran subsidi Solar menjadi Rp 1.000 per liter
Subsidi energi membengkak, pemerintah pastikan tak ditutup dari utang
Jokowi minta tarif listrik tak naik hingga 2019, menkeu hitung ulang besaran subsidi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.