Kejar Target SDGs, Efisiensi Energi Pupuk Indonesia Setara 295.000 Rumah
Pupuk Indonesia melalui Anak Usahanya juga berupaya untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang berpotensi untuk meningkatkan pemanasan global yang akhirnya berdampak pada perubahan iklim melalui berbagai program penanaman pohon mangrove di Gresik dan Bontang.
PT Pupuk Indonesia bersama dengan 10 anak usahanya terus mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Tercatat, di tahun 2018 Pupuk Indonesia Grup telah melakukan efisiensi energi mencapai 13.320.288 GJ meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya atau setara dengan 295.000 rumah dengan asumsi daya 13.000 W selama satu tahun.
"Selain upaya efisiensi energi tersebut, Pupuk Indonesia Grup juga telah menurunkan emisi menjadi 9.475.794 atau turun 4 persen dari tahun sebelumnya," ucap Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia, Winardi dikutip keterangannya si Jakarta, Minggu (24/11).
Selain itu, Pupuk Indonesia melalui Anak Usahanya juga berupaya untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang berpotensi untuk meningkatkan pemanasan global yang akhirnya berdampak pada perubahan iklim melalui berbagai program penanaman pohon mangrove di Gresik dan Bontang.
"Komitmen kami sudah terbukti melalui diraihnya Proper Emas Nasional di Tahun 2018 dan Proper Emas Daerah Tahun 2019 oleh Anak Usaha kami," lanjut Winardi.
Komitmen Pupuk Indonesia bahkan meraih penghargaan tertinggi dalam ajang The Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019 yang diselenggarakan oleh The National Center for Sustainability Reporting (NCSR) yaitu Lembaga independen yang berfokus pada pengembangan berkelanjutan di Indonesia.
Penghargaan tersebut yaitu Kategori 'Platinum Rank' di mana tahun ini merupakan keempat kalinya Pupuk Indonesia sebagai Holding meraih penghargaan dalam ajang tersebut.
"Anak usaha kami yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur yang meraih Platinum Rank serta PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang meriah Kategori Gold Rank," katanya.
Peranan Korporasi Sangat Penting Capai SDGs
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang menyampaikan terkait pentingnya peranan korporasi dalam pencapaian SGSs Nasional. Salah satu caranya yaitu dengan efisiensi energi dan mengurangi efek rumah kaca.
"Tujuan SDGS bisa dicapai ketika medapatkan support dari stakeholders lain yang datang dari berbagai kalangan, sehingga prinsip 'no one left behind' dapat tercapai," jelas Bambang.
The Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang sebelumnya menggunakan nama 'Sustainability Report Award (SRA)' merupakan ajang apresiasi tahunan yang diberikan kepada perusahaan yang berkomitmen dalam melaksanakan dan mengembangkan pilar lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui laporan berkelanjutan.
(mdk/idr)