LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kata rakyat jika bensin motor dijatah 0,7 liter, mobil 3 liter

Rata-rata, masyarakat melihat kebijakan penjatahan pembelian BBM tidak masuk akal.

2013-05-11 11:29:00
Pembatasan BBM
Advertisement

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengeluarkan instruksi agar jajaran kabinetnya menyosialisasikan mengenai rencana kebijakan pengendalian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Termasuk soal rencana penyesuaian atau kenaikan harga BBM yang bakal diterapkan usai pembahasan APBN Perubahan 2013.

Selain kebijakan kenaikan harga, ternyata pemerintah juga mempersiapkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM dengan cara menjatah kendaraan bermotor membeli BBM bersubsidi. Hal itu diutarakan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo.

Sasarannya tidak hanya kendaraan pribadi roda empat atau mobil saja, tapi juga sepeda motor. Yang cukup mengejutkan, Susilo Siswoutomo menyebutkan bahwa pemerintah berencana membatasi konsumsi BBM untuk motor hanya 0,7 liter per hari atau hanya 4,9 liter per minggu. Sedangkan untuk mobil, maksimal hanya 3 liter per hari atau 21 liter per minggu.

Advertisement

Kebijakan ini rencananya akan diterapkan mulai Juli 2013. "Berdasarkan kebutuhan, sepeda motor 0,7 liter per hari, mobil pribadi 3 liter per hari. Kalau satu kendaraan satu hari hari sudah beli 100 liter itu jelas tidak benar," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di kantornya, Jakarta, Jumat (10/5).

Namun, Susilo tidak menjelaskan lebih detail terkait mekanisme penjatahan konsumsi BBM bagi masyarakat.

Tentu saja kebijakan ini lebih banyak direspons negatif oleh masyarakat. Berikut kata rakyat Indonesia terkait rencana pemerintah memberi jatah konsumsi BBM bersubsidi.

Advertisement

Mahasiswa

Mahasiswa sebuah universitas swasta di Tangerang Selatan, Arian, 25 tahun, melihat rencana pemberian jatah pembelian BBM bagi sepeda motor sangat merugikan. Menurutnya, jatah 0,7 liter per hari tidak ada artinya.

Sehari-hari, Arian menggunakan sepeda motor untuk kuliah dan bekerja. Jarak dari tempatnya bekerja dan kampusnya sangat jauh. "Jadi kalau sehari cuma dijatah tidak sampai 1 liter ya motor bisa mogok di jalan kehabisan bensin," katanya. Menurutnya, lebih baik kebijakan tersebut dipikir secara matang sebelum disampaikan ke publik.

Karyawan swasta

Salah satu masyarakat yang tidak bisa menerima jika kebijakan penjatahan pembelian BBM diterapkan adalah George. Karyawan salah satu perusahaan swasta ini mengaku tidak habis pikir dengan rencana yang tidak masuk akal tersebut.

"Tidak masuk logika. Apalagi kalau penentuan jatahnya katanya berdasar kebutuhan BBM motor per hari," cetusnya.

Dia menyebutkan, motornya biasa membeli BBM minimal 2 liter per hari.

Pegawai negeri

Ricky, salah seorang pegawai negeri di salah satu instansi pemerintah juga mengaku bingung dengan kebijakan penjatahan pembelian BBM. Sehari-hari, dia menggunakan mobil untuk bekerja.

"Kalau cuma dibatasi 3 liter ya sulit juga ya. Apalagi motor juga dijatah," singkatnya.

Tukang ojek

Edi, salah seorang tukang ojek di Tangerang Selatan mengaku belum mendengar soal rencana penjatahan pembelian BBM bagi sepeda motor dan mobil. Sehari-hari, Edi mengandalkan sepeda motor untuk bekerja.

Menurutnya, jika pembelian BBM untuk motor dibatasi, sama saja mengancam mata pencahariannya. "Ya kalau tukang ojek kan ke mana-mana. Kalau beli bensin dibatasi, jadinya kita bisa tidak ngojek gara-gara ga punya bensin," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.