Kasus impor beras ilegal, mendag baru mau datangi Suswono
Langkah itu dilakukan supaya dua kementerian tak sering cekcok setiap kasus impor mencuat.
Baru menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi berjanji mengelola hubungan lebih baik dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian. Dia ingin segera menyelesaikan masalah agar tidak terjadi saling tuding, terutama ketika muncul masalah impor seperti dalam beras ilegal asal Vietnam tempo hari.
Pejabat koleganya yang akan didatangi pertama kali adalah Menteri Pertanian Suswono. "Sudah nanti anda lihat deh. saya pada saat pertama akan menghadap beliau (Suswono) deh," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/2).
Dalam kasus-kasus impor yang ramai, misalnya cabe, daging sapi, kedelai, sampai beras yang baru saja menghebohkan, Kemendag dan Kementan kerap berbeda pandangan. Selalu muncul aksi saling tuding para pejabatnya.
Petinggi Kementan mempertanyakan penerbitan izin impor, sementara otoritas perdagangan beralasan mereka hanya menjalankan rekomendasi total impor tahunan dari lembaga pimpinan Suswono itu.
Bukan hanya soal impor, Lutfi mengaku beban Kementerian Perdagangan tidaklah sedikit setelah Gita Wirjawan meninggalkan segudang pekerjaan yang belum terselesaikan.
"Saya sadar tugas saya banyak dan ini menjadi sesuatu yang kita mau kerjain. Kita akan dengar dulu satu sampai dua hari ini mana yang menjadi prioritas dan mesti kita kerjakan dalam waktu singkat," jelas dia.
Meski banyak tugas pihaknya berjanji tidak akan lengah. Apalagi mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia itu hanya bekerja efektif sembilan bulan.
"Saya kira ini injury time. Kalau lengah kebobolan dan tetap kebobolan. Jadi kita coba," ungkapnya.
Baca juga:
Senyum Lutfi dan Gita saat serah terima jabatan di Kemendag
SBY lantik Muhammad Lutfi jadi Mendag baru
Lutfi janji impor beras ilegal urusan pertama di kantor baru
Saat sertijab, Lutfi berjanji Kemendag ciptakan prestasi baru
Banyak kasus, pemerintah tunda impor beras dari Vietnam