Kasus Harian Covid-19 Melandai, Menko Luhut Optimistis Ekonomi 2022 Tumbuh 5,2 Persen
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 5 persen pada 2022 mendatang. Yakni, mencapai 5,2 persen.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 5 persen pada 2022 mendatang. Yakni, mencapai 5,2 persen.
"Pertumbuhan ekonomi (target) 5,2 persen di 2022," ungkapnya dalam webinar The 9th US-Indonesia Investment Summit mulai 13-15 Desember 2021, Jakarta, Rabu (15/12).
Menko Luhut menerangkan, optimisme tersebut tak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini tercermin dari kian melandainya kasus harian Covid-19 di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
"Sekarang, kasus harian (Covid-19) kurang dari 300 per hari. Ini berarti pandeminya masih bisa kami kontrol," tekannya.
Alhasil, lanjut Menko Luhut, berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat telah berangsur-angsur normal. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator yang dilaporkan mengalami perkembangan positif hingga memasuki kuartal IV-2021.
"Di mana indeks mobilitas sudah menunjukkan adanya peningkatan ekonomi. Bahkan, indeks kepercayaan konsumen (IKK) sudah mulai meningkat," terangnya.
Oleh karena itu, Menko Luhut mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan secara ketat. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan tren penurunan kasus harian Covid-19 di Indonesia agar proses pemulihan ekonomi nasional bisa terjaga.
"Kami tidak mengharapkan untuk melihat situasi (peningkatan kasus Covid-19) seperti Juni, Juli, Mei (2021) lagi," tekannya.
Bank Indonesia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,5 Persen
Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 lebih tinggi dari tahun ini. Yakni, mencapai mencapai 5,5 persen di tahun depan.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7 sampai 5,5 persen, dari 3,2 sampai 4 persen pada tahun 2021," ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/11).
Perry menyatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tinggi tersebut didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global. Hal ini berdampak pada kinerja ekspor Indonesia yang tetap kuat di 2022.
Selain itu, meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi juga diyakini mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun 2022.
Faktor lainnya, kian melandainya kasus harian Covid-19 di Indonesia juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi domestik. Hal ini dukung oleh akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.
"Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022," tandasnya.
(mdk/bim)