Kardus buatan Indonesia diekspor ke Australia dan Afrika
DAJK juga berencana mengekspor kardus buatan Indonesia hingga ke Arab Saudi.
PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) berencana menggunakan dana hasil IPO yang ditarget mencapai Rp 273,21-353,57 miliar untuk aksi ekspansi perseroan. Sebesar 60 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dan 40 persen untuk belanja modal.
Presiden Direktur DAJK Andreas Chaiyadi Karwandi mengatakan, perseroan berencana mengembangkan sayap bisnisnya agar semakin dikenal di dunia internasional. Saat ini, perseroan baru melakukan ekspor ke Australia dan Afrika.
Perseroan berencana membuka kerja sama ekspor dengan Arab Saudi. Namun hingga saat ini permintaan ekspor ke Arab Saudi belum dapat dipenuhi akibat besarnya pangsa pasar dalam negeri.
"Untuk ekspansi kita harapkan dari dana IPO. Soal ekspor kita lakukan ke Australia dan Afrika, kita tidak fokus ke ekspor karena pasar dalam negeri masih banyak. Ke depan Arab. Dari Arab ada permintaan, tapi belum (digarap bisnisnya)," kata Andreas di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (19/11).
Andreas mengaku menjalin hubungan bisnis dengan mitra kerja perusahaan berdasarkan azas kepercayaan. "Kita dapatkan kepercayaan terus menerus dari klien kendati tidak ada kontrak," jelas Andreas.
Harga yang fluktuatif menjadi salah satu faktor perseroan belum memulai kerja sama bisnis menggunakan mekanisme kontrak. "Harga juga fluktuatif," tutup Andreas.