LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kalbe Berdayakan 9.000 Petani Pasok Bahan Baku 500 Ton Jahe Merah

Direktur Utama PT Kalbe Farma, Vidjongtius, mengungkap telah memberdayakan sebanyak 9.000 petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Petani tersebut mampu hasilkan 400 hingga 500 ton jahe merah untuk bahan baku produknya.

2020-03-11 20:10:44
Kalbe Farma
Advertisement

Direktur Utama PT Kalbe Farma, Vidjongtius, mengungkap telah memberdayakan sebanyak 9.000 petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Petani tersebut mampu hasilkan 400 hingga 500 ton jahe merah untuk bahan baku produknya.

"Jadi kami membangun komunitas para petani. Saat ini sudah terkumpul lebih dari 9.000 petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada dari Jawa, Sumatera, Kalimantan," terangnya di Kawasan Industri Delta Sillicon Lippo, Cikarang, Bekasi, Rabu (11/3).

Selama ramai virus corona atau Covid-19, Vidjongtius mengungkapkan adanya peningkatan permintaan untuk produk jahe merah. Produk herbal sendiri, termasuk jahe merah, memberikan kontribusi sebanyak 5-10 persen dari total penjualan perseroan.

Advertisement

"Kita sudah siapkan paling tidak minimal pertumbuhan khusus untuk jahe merah saja itu minimal 50 persen dibandingkan tahun lalu. Tapi kita masih bisa tingkatkan lagi sesuai kebutuhan," pungkasnya.

Ada Virus Corona, Stok Obat Kalbe Cukup untuk 11 Bulan

Wabah virus corona (Covid-19) yang bermunculan di berbagai belahan dunia telah memicu kekhawatiran akan kekurangan obat-obatan, tak terkecuali di Indonesia. Sebab, pasokan farmasi terbesar Indonesia berasal dari China yang mencapai 60 persen.

Advertisement

"Awalnya memang kita agak khawatir, artinya Januari dan Februari ya. Tapi setelah kita lihat progress dua minggu terakhir, kita lihat, kita juga monitor bahwa sebagian besar pabrik di China sudah mulai operasi lagi," beber Vidjongtius.

"Memang kalau dulu di awal Februari mereka tutup semua, makanya kita was-was. Tapi terakhir kita lihat mereka sudah mulai kembali operasional walaupun tidak 100 persen. Tapi yang penting mereka sudah mulai produksi dan shipmentnya sudah mulai terjadi," imbuhnya.

Terkait dengan persediaan obat selama Covid-19, Vidjongtius menjelaskan masih cukup untuk 10 hingga 11 bulan mendatang. Berbeda dengan biasanya yang mencadangkan persediaan untuk kurang lebih 6-7 bulan.

"Jumlah persediaan kita untuk obat itu sekitar 10-11 bulan. Semua mulai dari bahan baku, barang setengah jadinya berapa, barang jadinya berapa, barang yang ada di outlet berapa," jelasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.