Kalau Maskapai Tak Turunkan Harga Tiket, Penumpang Akan Beralih ke Garuda Indonesia
Menurut Budi Karya, jika maskapai lain tidak ikut menurunkan harga tiket, maka maskapai tersebut bisa saja ditinggalkan penumpang. Penumpang tentu akan menggunakan Garuda Indonesia yang harga tiketnya telah turun.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku akan terus memantau harga tiket maskapai penerbangan. Hal ini dilakukan pasca penurunan harga tiket sebesar 20 persen oleh Garuda Indonesia Group.
"Nanti kita pantau yang lain. Mestinya memang ada penurunan ya. Biasanya mereka (maskapai) sudah memposisikan dirinya di posisi tertentu," kata dia di Kantor LKPP, Jakarta, Jumat (15/2).
Menurut Budi Karya, jika maskapai lain tidak ikut menurunkan harga tiket, maka maskapai tersebut bisa saja ditinggalkan penumpang. Penumpang tentu akan menggunakan Garuda Indonesia yang harga tiketnya telah turun.
"Ya kalau nggak melakukan (penurunan harga tiket), dia tidak laku. Di Garuda Indonesia semua," sebutnya.
Menhub Budi berharap agar Garuda Indonesia tetap konsisten dengan kebijakan menurunkan harga tiket tersebut. Pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Garuda Indonesia terkait pelaksanaan kebijakan penurunan harga tiket yang telah dilakukan.
"Saya melihat Garuda Indonesia harus konsisten, jangan disampaikan tapi kemudian ada kelas-kelas yang hilang. Memang hari ke hari komunikasi dengan Garuda sudah bicara sama publik, sudah janji sama publik itu musti ditepati," tandasnya.
Baca juga:
Menhub Budi Cek Tiket Garuda Indonesia: Hari Ini Masih Mahal
Garuda Indonesia Buka Rute Makassar - Jepang Mulai Juni 2019
Hari ini, Grup Garuda Indonesia Pangkas Harga Tiket Sebesar 20 Persen
Pasar Umrah di Solo Diprediksi Tumbuh 30 Persen
Cuaca Buruk, Garuda dan Batik Air Tak Bisa Mendarat di Bandara Samarinda
Gangguan AC, Garuda Indonesia Tujuan Bangkok Putar Balik ke Bandara Soekarno Hatta