Kalahkan Indonesia, Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,6 Persen di Kuartal I-2023
Ekonomi Malaysia tumbuh 5,6 persen di kuartal I-2023. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari Indonesia yang mencapai 5,03 persen di periode yang sama.
Ekonomi Malaysia tumbuh 5,6 persen di kuartal I-2023. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari Indonesia yang mencapai 5,03 persen di periode yang sama.
"Perekonomian Malaysia meningkat pada kuartal pertama didukung oleh permintaan domestik yang kuat, bank sentral dan data pemerintah menunjukkan pada hari Jumat," tulis Aljazeera.com mengutip keterangan pejabat berwenang Malaysia dikutip di Jakarta, Senin (15/5).
Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Nor Shamsiah Mohd Yunus melanjutkan, pertumbuhan kuat ekonomi Malaysia di awal tahun juga didukung oleh kondisi pasar tenaga kerja yang membaik. Selain itu, kelanjutan proyek infrastruktur besar dan pemulihan pariwisata.
"Ekonomi (Malaysia) tidak lagi krisis bahkan terus menguat. Risiko terhadap prospek pertumbuhan cukup seimbang, dengan risiko penurunan terutama berasal dari faktor eksternal," ungkapnya.
Meski begitu, Nor Shamsiah terus menandai risiko yang terus-menerus terhadap inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Yakni dengan tidak mengabaikan kemungkinan normalisasi lebih lanjut dari suku bunga acuannya setelah bank sentral secara mengejutkan menaikkan 25 basis poin pekan lalu.
"Setiap normalisasi akan bergantung pada apakah akan ada perkembangan yang secara material akan mempengaruhi penilaian kami terhadap inflasi dan prospek pertumbuhan (ekonomi Malaysia)," kata Nor Shamsiah.
Dia mengharapkan inflasi utama rata-rata Malaysia antara 2,8 persen dan 3,8 persen tahun ini. Proyeksi ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun 2022 dikisaran 3,3 persen.
"BNM memperkirakan inflasi inti dan headline akan moderat tetapi tetap tinggi selama tahun 2023," pungkasnya.
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen di Kuartal I-2023
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kuartal I–2023 yang tumbuh sebesar 5,03 persen (yoy). Angka ini mengalami pertumbuhan dibandingkan pada kuartal IV–2022 yang tumbuh 5,01 persen (yoy).
"Perekonomian kita dibandingkan kuartal I-2022 atau secara qtq mengalami kontraksi 0,92 persen tapi kalau dibandingkan dengan kuartal I-2023 secara tahunan perekonomian kita tumbuh 5,03 persen," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, BPS, Moh. Edy Mahmud di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Jumat (5/5).
Badan Pusat Statistik (BPS) menilai aktivitas ekonomi yang stabil di awal tahun ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di akhir tahun 2022.
Berkat pencabutan PPKM, jumlah penumpang di seluruh moda transportasi mengalami peningkatan. Angkutan rel naik 69,73 persen (yoy), angkutan laut naik 13,3 persen (yoy) dan angkutan udara naik 58,18 persen (yoy).
(mdk/azz)