Kaisar Nicholas, Orang Terkaya Ke-3 Sepanjang Sejarah Pendiri Proyek Kereta Terbesar
Nikolai Alexandrovich Romanov, tercatat sebagai orang terkaya ketiga sepanjang sejarah setelah Mansa Musa dan Andrew Carnegie. Mantan kaisar Rusia ini mewarisi tahta Rusia ketika ayahnya meninggal pada 20 Oktober 1894. Dia memiliki nilai kekayaan bersih mencapai sebesar USD 300 miliar atau setara Rp 4.211 triliun.
Nikolai Alexandrovich Romanov, tercatat sebagai orang terkaya ketiga sepanjang sejarah setelah Mansa Musa dan Andrew Carnegie. Mantan kaisar berkebangsaan Rusia ini mewarisi tahta Rusia ketika ayahnya meninggal pada 20 Oktober 1894.
Mengutip dari The Richest, Nikolai Alexandrovich Romanov, atau yang dikenal sebagai Nicholas II memiliki nilai kekayaan bersih mencapai sebesar USD 300 miliar atau setara dengan Rp 4.211 triliun (Rp 14.038 per USD).
Lahir pada 18 Mei 1868 di Pushkin, Rusia, Nicholas II menikah dengan Puteri Alix dari Hesse-Darmstadt dari Jerman yang juga dikenal sebagai Empress Alexandria dan dikaruniai lima anak.
Ketika berusia 19 tahun, Nicholas II bergabung dengan tentara. Dia melayani negaranya selama hampir tiga tahun. Selama masa tugasnya sebagai seorang prajurit, dia berhasil menyabet pangkat kolonel.
Ketika naik tahta, tujuan utamanya dari kebijakan luar negeri adalah untuk mempertahankan status quo di Eropa. Selama masa pemerintahannya sebagai kaisar Rusia, negara itu mengalami pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan kereta Trans-Siberia, yang telah dimulai pada 1891. Pembangunan ini menjadi proyek kereta terbesar di dunia hingga saat ini.
Pada 1905, Pastor George Gapon memimpin demonstrasi damai para pekerja di St. Petersburg. Mereka mengimbau Nicholas II untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Rusia.
Hari itu dikenal sebagai Minggu Berdarah, di mana pasukan menembaki para demonstran yang menewaskan lebih dari seribu orang. Setelah kejadian itu, para pekerja mogok. Kemudian, Nicholas II pun mengundurkan diri dari monarki.
Dia turun tahta pada 15 Maret 1917. Dia dan keluarganya kemudian dibawa ke Pegunungan Ural dan ditempatkan di bawah tahanan rumah. Kemudian, pemerintahan sementara digulingkan oleh kaum Bolshevik.
Pada 17 Juli 1918 di Yekaterinburg, Rusia, orang terkaya ketiga dunia sepanjang sejarah tersebut beserta keluarganya dibunuh oleh kaum Bolshevik di bawah pimpinan Vladimir Lenin.
Baca juga:
Ini Sosok Orang Terkaya Kedua Sepanjang Sejarah Setelah Mansa Musa
Mengejutkan, Jack Ma Ingin Pegawai Kerja 12 Jam per Hari
Cerita Rajeev Badyal, Dipecat Elon Musk hingga Direkrut Orang Terkaya Dunia
Mengenal Sosok HM Fitno, Crazy Rich Pondok Indah
Mau Pergi ke Bulan, Orang Terkaya Ini Malah Kehilangan Rp 9,8 Triliun
Cerita Lucu Miliuner Afrika Saat Yakinkan Dirinya Kaya Raya
Mengejutkan, Ternyata ini Besaran Gaji Para Orang Terkaya Dunia Saat Aktif Bekerja