LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kadis Jabar soal kereta cepat: Kalau belum waktunya, mau kapan lagi?

"Saya ingin kereta cepat ini bisa konek Jakarta-Bandung-Kertajati bahkan sampai Surabaya."

2015-09-05 15:13:00
Kereta Cepat
Advertisement

Presiden Joko Widodo telah menolak proposal pembangunan kereta cepat dari China maupun Jepang. Jokowi tidak mau menggunakan dana APBN untuk pembangunan, seperti yang tertera dalam proposal kedua negara.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat, Dedi Taufik menyebut kereta cepat sebenarnya cocok untuk koneksi Jakarta-Jawa Barat, tidak hanya Bandung. Menurutnya, kereta yang mampu melesat hingga 300 kilometer/jam ini bisa membelah Jabar menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka untuk kemudian dilanjutkan ke Surabaya.

"Kalau kita melihat dari sisi kebutuhan, memang bisa lintas Jabar. Saya ingin kereta cepat ini bisa konek Jakarta-Bandung-Kertajati bahkan sampai Surabaya," kata Dedi Taufik di Bandung, Sabtu (5/9).

Advertisement

Dua negara yang ngebet mengajukan proposal pembangunan kereta cepat, Jepang dan China sudah melihat potensi yang baik jika kereta cepat bisa diadopsi di Pulau Jawa. Penggunaan kereta cepat di Asia menurutnya bisa jadi kebutuhan masyarakat urban.

"Jabar ini harus diatur infrastruktur dan konektivitasnya. Saya apresiasi kalau memang ini bisa terwujud. Kalau belum saatnya, memang mau kapan lagi? Harusnya percepatan (transportasi) menjadi lini terdepan," ungkap dia.

Namun demikian, dia sepakat dengan presiden bahwa pembangunan kereta cepat tidak membajak APBN. "Proyek ini akan bagus, selama tidak membajak APBN."

Advertisement

Jika kereta cepat terwujud, koneksi moda transportasi di Jawa Barat mulai dari udara dan darat akan baik. "Nanti ada monorel, kereta cepat, dan Bandara Internasional Kertajati yang saat ini terus dikebut (pengerjaannya)," papar dia.

Dia melihat, penawaran dua negara maju untuk kereta cepat adalah peluang baik. Konektivitas transportasi yang mudah tidak akan menjadikan Jakarta melulu menjadi pusat ekonomi.

"Jangan aktivitas ekonomi di Jakarta. Jangan sampai ketergantungan tinggi terhadap Jakarta. Kita bisa Bandung sudah siap, terminal akan disiapkan di Gede Bage seiring dengan akan dikembangkan sebagai kawasan teknopolis," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.