Kadin sesalkan untung produk Indonesia banyak 'dicuri' negara lain
"Itu berkelas dan produksinya ada di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali," ujar Sandiaga Uno.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bidang UMKM, koperasi dan industri kreatif, Sandiaga Uno, menyayangkan banyak produk olahan Indonesia yang dimanfaatkan oleh negara lain. Padahal, produk-produk tersebut sangat bernilai tinggi dan berkelas dunia.
"Produk Tas dan Alas kaki maupun yang berkaitan dengan fesyen. Itu high value good chain. Kerangkanya dibuat di sini tapi difinishing touchnya di negara lain. Itu berkelas dan produksinya ada di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali," ujar Sandiaga di Senayan, Jakarta, Kamis (28/1).
Padahal, kata Sandiaga, produk-produk ini akan menghasilkan keuntungan mencapai 7 kali lipat. Sayangnya, keuntungan tersebut kini sudah diraup oleh negara lain.
"Negara Italia dan Perancis yang memanfaatkan potensi itu. 75-80 persen komposisi dalam negeri, tapi nuansa Eropa. Tujuh kali lipat keuntungannya. Di sini dijual USD 10, di sana setelah finishing touch harganya USD 70. Nilai tambahnya USD 60. Tapi itu belum dimasukin ke sistem ekonomi kita dan tidak bayar pajak," ucapnya.
Oleh karena itu dia meminta pemerintah untuk menyelesaikan 'PR' besar tersebut. Sebab, jika tidak diselesaikan, maka potensi UMKM Indonesia untuk naik kelas akan terus terhambat.
"Pemerintah harus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif. Pasarnya di sini kok. Orang Perancis dan Italia akan relokasi pabrik karena sangat murah dikerjakan di sini karena kompetitif. Kalau iklim usaha tidak kompetitif. Teknologi dan logistik sudah memungkinkan," tandasnya.
Baca juga:
Genjot kreativitas UKM, pemerintah gelar pameran saban bulan
Masyarakat Eropa lirik produk limbah kayu Indonesia
Langkah Telkomsel kembangkan bisnis UKM
Menkominfo soal e-commerce: UKM tetap akan dilindungi
Kisah haru perjuangan Kusrin sang pembuat TV merek lokal
Ini pengakuan Kusrin, tv buatannya harus dimusnahkan aparat
Sempat dimusnahkan, televisi rakitan Kusrin akhirnya berlabel SNI