Kadin sebut JSS bakal perberat beban anggaran negara
Beban biaya perbaikan jalan akan bertambah, beban subsidi juga ikut membengkak.
Ketua Komite Tetap bidang Logistik, Komoditas, dan Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Asmari Herry secara tegas menilai megaproyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) bukan program yang prioritas dan penting. Sebaliknya, dia justru menganggap program tersebut menambah beban anggaran negara.
Menurut Herry, JSS akan memicu lonjakan penggunaan transportasi darat. Otomatis, pemerintah perlu mempersiapkan anggaran besar untuk perbaikan jalan.
"Dengan ada JSS, transportasi dari Madura sampai Medan itu akan tersambung. Ini biaya perbaikannya akan naik," ujar Herry di Menara Karya, Jakarta, Senin (31/3).
Tidak itu saja, terdapat beban lagi yang juga muncul setelah adanya JSS. Beban yang dimaksud adalah subsidi bahan bakar minyak yang semakin membengkak.
"Subsidi bahan bakar pemerintah akan lebih berat kalau dibangun jembatan," kata Herry.
Selanjutnya Herry menuturkan, akan lebih baik jika anggaran pembangunan JSS dialihkan untuk membenahi infrastruktur pelabuhan. Dalam pandangannya, itu akan lebih efisien ketimbang harus menghabiskan anggaran mencapai lebih dari Rp 200 triliun.
"Anggaran itu akan sangat berguna untuk memperbaiki infrastruktur laut. Mungkin anggaran yang dibutuhkan tidak sampai 50 persen (dari anggaran JSS)," pungkas dia.
(mdk/noe)