LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kadin kritik cara pandang RJ Lino jadikan perusahaan BUMN kaya raya

RJ Lino diminta fokus memperlancar arus keluar masuk barang dari pelabuhan yang selama ini jadi PR besar.

2015-09-12 19:33:00
Pelindo II Digeledah
Advertisement

Belakangan ini nama Direktur Utama Pelindo II RJ Lino tengah mendapat sorotan. Dia protes dengan aksi Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggeledah kantor dan ruangannya. Dia langsung merespon kejadian itu dengan menelepon Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

Kejadian itu menimbulkan kegaduhan hingga berbuntut pencopotan Budi Waseso dari jabatannya sebagai Kabareskrim. Aksi Lino juga mendapat cibiran dari kalangan pengusaha. Salah satunya Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryani SF Motik. Suryani angkat bicara terkait pernyataan Lino yang menyebutkan bahwa dia yang membuat Pelindo kaya.

Dalam pandangannya, ada kesalahan pemahaman Lino sebagai bos BUMN. Menurutnya, tugas utama perusahaan BUMN sebagai agen pembangunan. Bukan hanya mengejar keuntungan semata. Berbeda dengan pengusaha swasta yang memang berorientasi laba.

Advertisement

"Misalnya saat Lino (Dirut Pelindo II-RJ Lino) bilang 'I am make this company rich' buat saya itu salah. Karena tugasnya Lino sebagai dirut BUMN, dia bukan hanya membuat itu perusahaan Pelindo II kaya," jelas dia di Jakarta, Sabtu (12/9).

Suryani menyarankan RJ Lino menyingkirkan ego sentral dan lebih fokus menjadikan perusahaan negara sebagai agen pembangunan. Seharusnya, dia fokus urusan memperlancar arus barang masuk dan keluar dari pelabuhan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah tak terselesaikan.

"Dia harus memperlancar arus barang pengusaha swasta yang ada. Jadi tidak boleh ada ego sentralnya. Ini belum ada dibenaknya pemerintahan sekarang. Memang ini sudah terjadi semenjak reformasi, bukan salah Jokowi saja. Jadi saya kira sudah waktunya orientasi dikembalikan lagi," ungkapnya.

Advertisement
(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.