Kadin: Indonesia bisa contek Singapura dalam kembangkan sektor jasa
Didik mengatakan, untuk menambal defisit CAD, selain mendorong ekspor, pemerintah Indonesia juga harus mendongkrak sektor jasa. Dia berharap Indonesia dapat belajar banyak dari negara kecil seperti Singapura.
Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Ekonomi (LP3E), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Didik J Rachbini mengakui bahwa struktur perekonomian Indoensia saat ini cukup berat. Ditambah lagi trend defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) pada kuartal II-2018 mencapai 3 persen.
Didik mengatakan, untuk menambal defisit CAD, selain mendorong ekspor, pemerintah Indonesia juga harus mendongkrak sektor jasa. Dia berharap Indonesia dapat belajar banyak dari negara kecil seperti Singapura.
"Singapura tidak punya apa-apa tapi mereka punya sektor jasa yang besar," kata Didik dalam diskusi yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (27/9).
Didik menilai, Singapura pada dasarnya tidak memiliki sektor industri yang kuat seperti Jepang. Namun perekonomian Singapura masih cukup kuat di bandingkan Indonesia dikarenakan sektor jasanya yang cukup besar.
"Singapura tidak punya industri. Singapura tidak pernah punya industri kuat kayak Jepang tapi mata uang mereka kuat terus. Sekarang 1 dolar Singapura Rp 11.000," kata Didik.
"Tidak bisa negara besar seperti Indonesia seperti Singapura, tapi bisa meniru jasanya seperti Singapura," tambahnya.
Oleh karena itu, pemerintah mesti terus membuka peluang-peluang baru. Salah satunya adalah fokus melakukan ekspor jasa. Di mana sektor-sektor jasa yang dapat ditingkatkan ekspornya adalah pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan profesional.
(mdk/idr)