Kabar Gembira! Harga Pertamina Dex Series Turun per 1 September, Cek Rinciannya di Sini
PT Pertamina mengumumkan penurunan harga Pertamina Dex Series dan beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya mulai 1 September. Simak daftar harga terbarunya!
PT Pertamina (Persero) kembali membawa kabar baik bagi konsumen bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Terhitung mulai tanggal 1 September 2024, perusahaan plat merah ini secara resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah jenis BBM nonsubsidi di beberapa wilayah tertentu, termasuk Jabodetabek.
Penyesuaian ini meliputi penurunan harga pada produk Pertamina Dex Series, yaitu Dexlite dan Pertamina Dex, serta Pertamax Turbo. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Pertamina untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar global dan regulasi pemerintah yang berlaku, demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi.
Keputusan mengenai perubahan harga ini telah diumumkan melalui laman resmi Pertamina, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan informasi transparan kepada masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM nonsubsidi, mengurangi beban pengeluaran harian mereka.
Rincian Penurunan Harga Pertamina Dex Series dan Lainnya
Penurunan harga yang signifikan terjadi pada jenis BBM Dexlite (CN 51), yang kini dibanderol Rp13.600 per liter dari sebelumnya Rp13.850 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami koreksi, turun menjadi Rp13.850 per liter dari harga sebelumnya Rp14.150 per liter. Penyesuaian ini tentu menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan diesel.
Tidak hanya Pertamina Dex Series, jenis BBM Pertamax Turbo (RON 98) juga tercatat mengalami penurunan harga. Kini, Pertamax Turbo dijual seharga Rp13.100 per liter, lebih rendah dari harga sebelumnya yang mencapai Rp13.200 per liter. Perubahan ini mencerminkan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang turut memengaruhi harga jual di dalam negeri.
Di sisi lain, beberapa jenis BBM lainnya terpantau stabil dan tidak mengalami perubahan harga. Pertamax (RON 92) tetap berada di angka Rp12.200 per liter, begitu pula dengan Pertamax Green (RON 95) yang stabil di harga Rp13.000 per liter. Stabilitas harga ini memberikan kepastian bagi konsumen yang menggunakan jenis BBM tersebut.
Untuk BBM penugasan dan subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, harga jualnya juga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat luas, terutama bagi sektor transportasi dan logistik.
Dasar Hukum Penyesuaian Harga BBM Pertamina
Penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh PT Pertamina ini bukan tanpa dasar. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kepmen ini adalah revisi atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020, yang terus diperbarui sesuai kondisi terkini.
Regulasi tersebut secara spesifik mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum. Aturan ini mencakup bensin dan minyak solar yang didistribusikan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia, memastikan keseragaman dan keadilan harga.
Dengan adanya dasar hukum yang jelas, Pertamina memastikan bahwa setiap penyesuaian harga dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bukan berdasarkan keputusan sepihak. Hal ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penetapan harga BBM bagi konsumen, serta mendukung iklim bisnis yang sehat di sektor energi.
Sumber: AntaraNews