Jusuf Kalla yakin dana subsidi BBM kembali jebol tahun ini
Persoalan subsidi hanya bisa diselesaikan pemerintah melalui ketegasan.
Persoalan pengelolaan anggaran subsidi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Meski sudah mengeluarkan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, itu tidak serta merta menyelesaikan persoalan.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat, anggaran subsidi tahun ini bakal kembali jebol, melebihi angka yang telah ditetapkan dalam APBN 2014. Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan subsidi membengkak adalah penggunaan BBM yang belum kunjung berkurang, serta depresiasi terhadap Rupiah.
"Tahun ini bisa Rp 400 triliun, apalagi dengan dolar naik, bisa bisa Rp 400 triliun. Dana darimana? Mana yang bisa menahan itu," kata JK di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1).
Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK menilai, persoalan subsidi hanya bisa diselesaikan pemerintah melalui ketegasan. Sikap itu tercermin dalam kebijakan-kebijakan di masa mendatang.
"Itu nanti tergantung pemerintah yang akan datang. Negara tidak bisa perbaiki infrastruktur keadaannya, karena tak ada dana yang cukup," ucap JK.
Tidak ada pilihan, sudah BBM harus dikurangi. Biaya operasional pemerintah juga bisa dikurangi. Dana hasil pengurangan subsidi di sektor-sektor tersebut bisa dialihkan ke sektor lain seperti infrastruktur.
"Ya subsidi BBM dikurangi, kalau beras dan pupuk jangan dong. Ya pengurangan overhead pemerintah. Ya di overhead dan pegawai pemerintah tak boleh bertambah ya, zero gross," jelas JK.
(mdk/noe)