Justifikasi impor, Kementan sebut jeroan sapi bergizi
"Antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin B12, Zat besi dan lain sebagainya."
Pemerintah terus mengeluarkan argumen untuk menjustifikasi impor jeroan sapi. Padahal, tahun lalu, pemerintah melarang impor organ dalam hewan memamah biak tersebut
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan jeroan sapi layak dikonsumsi masyarakat. Ini untuk menyapu ucapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada tahun lalu bahwa jeroan sapi adalah makanan untuk anjing.
"Jeroan itu nggak haram, yang haram itu hewannya, masyarakat kita masih banyak kok yang makan jeroan ada yang di buat soto, bahkan sate," katanya di kantor, Jakarta, Selasa (19/7).
Dia menambahkan, jeroan juga memiliki nilai gizi. Di sisi lain, pemerintah akan mengimpor jeroan yang paling disenangi masyarakat.
"Antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin B12, Zat besi dan lain sebagainya," katanya.
"Yang kami impor cuma jantung, hati dan paru itu soalnya yang paling banyak minatnya di masyarakat kita untuk aneka kuliner tradisional seperti soto, sate, bakso."
Dia menegaskan, jeroan impor harus terlebih dulu mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.
(mdk/yud)