LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jurus Genjot Wisata Halal Indonesia Agar Mampu Ungguli Malaysia

Wisata halal Indonesia dinilai masih kalah oleh negara tetangga. Padahal, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang cukup besar. kunjungan turis halal ke Indonesia pada 2018 hanya 3 juta orang. Kalah jauh dibanding Malaysia yang berhasil mendatangkan 6 juta turis.

2019-10-17 16:46:41
Wisata Indonesia
Advertisement

Wisata halal (halal tourism) Indonesia dinilai masih kalah oleh negara tetangga. Padahal, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang cukup besar.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar, mengungkapkan kunjungan turis halal ke Indonesia pada 2018 hanya 3 juta orang. Kalah jauh dibanding Malaysia yang berhasil mendatangkan 6 juta turis muslim.

"Halal tourism itu bagian yang sangat besar potensinya bagi kita karena muslim traveller hampir 200 juta orang, sementara yang ke Indonesia hanya 3 juta," kata dia, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (17/10).

Advertisement

Sapta memaparkan data kunjungan wisatawan ke Indonesia selama 2018 adalah 15.806.161 orang, sementara turis muslimnya hanya 3.416.686 orang, atau hanya 22 persen dari total wisatawan.

Sementara di Malaysia, kunjungan turis muslimnya sebanyak 6.435.763 orang atau 25 persen dari total jumlah wisatawannya. Sedangkan di Turki, jumlah kunjungan turis muslimnya adalah 6.158.944 orang.

Sapta mengungkapkan, Indonesia harus terus berupaya menggenjot industri halal tourism dengan cara memperkuat dan memperluas layanan dan produk. "Misalnya ada resort dekat pantai, kolam renangnya dipisah. Di pantainya juga begitu. Dipisahkan tidak masalah, kalau mereka minta service itu" ujarnya.

Advertisement

Dia mencontohkan, Malaysia telah menerapkan prinsip-prinsip seperti itu. Salah satunya di Bukit Bintang di mana toko-toko dan tempat makan disana dianjurkan untuk buka 24 jam full demi melayani wisatawan Timur Tengah yang kerap berkunjung kesana.

"Itu fasilitas di Bukit Bintang, Malaysia sediakan toko buka sampai malam, bahkan sampai subuh. Ini karena orang timur tengah tidurnya setelah subuh, lalu belanja dan makan dari malam sampai subuh," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, yang dimaksud wisata halal bukanlah menghalakan destinasinya melainkan pelayanannya. "Yang dihalalkan bukan destinasinya, tapi servicenya. Masa Ijen dihalalkan. Masa Pulau Komodo dihalalkan, Komodonya pakai hijab, ini jangan salah kaprah," tutupnya.

Baca juga:
Siap-siap, Banjir Paket Umrah Murah di Islamic Tourism Expo Mulai 30 Agustus
4 Hal ini membuktikan Indonesia bisa jadi negara besar di dunia
Indonesia jadi pasar wisata muslim terbesar kedua di dunia
Garap pasar wisata syariah, BNI Syariah luncurkan aplikasi ponsel pintar
Hajj Islamic Tourism Expo 2017 resmi dibuka, diikuti 105 peserta dari berbagai negara
Wisata Syariah, wisatawan tak boleh pakai bikini di Madura
Mengunjungi pantai halal di Iran

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.