LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jumlah Tes Corona Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan, berdasarkan perhitungannya, di Indonesia saat ini baru ada sekitar 940 per satu juta orang yang telah dilakukan tes. Menteri Suharso menyatakan, angka tersebut masih jauh di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya.

2020-05-26 17:53:59
Virus Corona
Advertisement

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan, berdasarkan perhitungannya, di Indonesia saat ini baru ada sekitar 940 per satu juta orang yang telah dilakukan tes. Menteri Suharso menyatakan, angka tersebut masih jauh di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Thailand yang sudah lebih masif menggelar tes Covid-19.

"Kita satu minggu cuma naik 200. Jadi kelihatan kita tes itu tidak ada. Saya harap benar daerah dipimpin Bappeda, sampaikan penting untuk dites," ujar Menteri Suharso saat memberikan arahan dalam acara Temu Konsultasi Triwulanan 2020 Bappenas-Bappeda Provinsi Seluruh Indonesia, Selasa (26/5).

"Jadi kalau berdasarkan hitungan Mei, kalau kita bisa lakukan 10.000 tes per hari, maka tanggal 19 juni kita harus mencapai 1.838 per sejuta penduduk yang dites," jelasnya.

Advertisement

Pemda Diminta Genjot Kapastitas Tes

Dia berharap agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merancang untuk memperbanyak pengawasan (surveillance) terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) di pelosok daerah. Dia meminta ada 1.000 penduduk di masing-masing daerah dapat dilakukan tes Covid-19 setiap pekannya.

"Jadi kalau ada penduduk satu juta, ada seribu orang per minggu harus dites," ujarnya.

Advertisement

Menteri Suharso mengutarakan, dirinya termasuk orang yang kurang setuju dengan penetapan istilah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Menurutnya, setiap orang yang terindikasi bersentuhan dengan virus corona sebaiknya langsung dilakukan tes.

"ODP dan PDP itu kalau Anda bisa mencari orang yang kena, kalau dia dicurigai, maka dia jadi orang yang prioritas untuk dites. Jadi jangan kayak dioper terus posisi PDP itu, jadi untuk memastikan dia dites," ungkapnya.

"Jadi dengan demikian kita bisa benar benar melihat. Buat saya kita realistis aja di Indonesia, apalagi di daerah. Jadi misal dokter bilang orang ini mau Covid-19, ya dites aja. Jadi yang penting itu tes, menggambarkan surveillance kita kuat," dia menegaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.