Jumlah petani menurun ancam produksi pangan Indonesia
"Ini yang harus diperhatikan. Karena pemerintah lebih fokus kepada hasil produksi, bukan kepada kesejahteraan petani."
Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan setiap tahun jumlah pekerja pertanian semakin menurun. Ini berpotensi mengancam produksi pangan di Indonesia.
"Ini yang harus diperhatikan. Karena pemerintah lebih fokus kepada hasil produksi, bukan kepada kesejahteraan petaninya," kata Said, Jakarta, Selasa (17/5).
Berdasarkan sensus pertanian 2013, Said mencatat, sebanyak 1.369 keluarga keluar dari pertanian dalam sepuluh tahun. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan pangan sebanyak 29,4 miliar kilogram beras dan 646 juta kilogram bawang per tahun.
Untuk menjaga produksi pertanian, Said meminta pemerintah membenahi empat faktor yang memengaruhi kesejahteraan. Yakni fragmentasi dan konversi lahan, degradasi ekosistem, peningkatan produksi, dan degradasi petani.
"Kalau empat masalah tersebut tidak diperbaiki, maka kemungkinan 10-15 tahun lagi baru berasa adanya pengurangan potensi produksi sebanyak 10-15 persen. Karena setiap tahunnya akan berkurang 1-1,5 persen."
Baca juga:
Pemerintah Jokowi belum sentuh masalah regenerasi petani di RI
Peneliti IPB: Petani bukan pekerjaan utama bagi mahasiswa pertanian
Ratusan petani tambak udang di Tulang Bawang terusir dari rumahnya
Pimpin Pemuda Tani Indonesia, Ketua Komisi V janji makmurkan petani
Sektor pertanian dinilai jadi solusi atasi pengangguran
Menteri Amran lega La Nina melanda Indonesia saat kemarau
Mari Elka dorong kearifan lokal jadi solusi ketahanan pangan