Jual premium, Pertamina mengaku masih rugi hingga Rp 14 triliun
Itu menjadi dasar Pertamina tak kunjung menurunkan harga premium mengikuti kemorosotan harga minyak dunia.
PT Pertamina mengaku penjualan premium masih merugi sekitar Rp 12-Rp 14 triliun. Itu menjadi dasar pihaknya tak kunjung menurunkan harga premium mengikuti kemorosotan harga minyak dunia.
"Bahwa sejak sekitar Mei, kami tidak ada perubahan atau tidak ada penyesuaian. Nah ini yang harus kami perhitungkan. Kami sudah lakukan exercise dengan harga rata rata yang sebulan saja," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di kantornya, Jakarta, Jumat (28/8).
Seharusnya, kata Dwi, premium di jual seharga Rp 8 ribu per liter. Namun, Pertamina masih menjualnya seharga Rp 7.400 per liter sehingga rugi Rp 600 per liter.
"Kami lihat lagi sebulan-dua bulan yang akan datang. Kalau memang hasilnya hitungannya di bawah itu, tentu saja Pertamina akan menerima," jelas dia.
"Kalau solar sudah mulai untung. Kami lihat ya mana-mana saja yang sudah mulai untung. Kami berikan masukan kepada pemerintah."
(mdk/yud)