Jonan tak ingin eksplorasi migas lama, keburu pikun
"Blok Masela saja 10 tahun prosesnya. Kalau first oil atau first gas-nya seperti ini, bisa-bisa saya pikun baru muncul minyaknya,"
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan memastikan penyederhanaan perizinan usaha bakal terus diupayakan. Ini agar investasi di sektor minyak dan gas bumi bermunculan.
"Peranan pemerintah untuk dorong investasi bidang migas adalah kami akan bantu percepatan izin dan beberapa faktor pendukung lainnya," katanya di Jakarta Convention Center, Rabu (17/5).
Menurutnya, proses perizinan yang cepat bakal menghemat waktu dan biaya operasional kontraktor migas. Dengan begitu, pemerintah tak perlu menunggu lama untuk menikmati hasil eksplorasi kontraktor migas.
"Blok Masela saja 10 tahun prosesnya. Kalau first oil atau first gas-nya seperti ini, bisa-bisa saya pikun baru muncul minyaknya," ungkapnya.
"Maka saya harap SKK Migas dan pihak lainnya dapat memberikan waktu lebih singkat bagi investor. PT Pertamina juga harus lebih giat melakukan eksplorasi."
Lebih jauh, Jonan menginginkan industri migas tak hanya sekedar menyumbang devisa negara.
"Tapi kalau bisa memilih, ingin menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia."
(mdk/yud)