Jonan: Mau KRL bagus banget, minta tuhan
"Kalau tarifnya Rp 5.000 minta bagus, sama Tuhan. Saya hanya bisa jamin selamat saja," ujarnya.
Transportasi kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek terus jadi pilihan masyarakat. Namun protes masyarakat pun terus berdatangan setiap hari. Keterlambatan dan sesak saat jam sibuk, menjadi problem yang banyak dikeluhkan penumpang.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan mengakui banyak tantangan mengurusi perusahaan BUMN transportasi ini. Untuk itu butuh waktu lama untuk memperbaiki. Klaimnya, saat ini sudah lumayan ada perbaikan. Tahun ini, KAI menargetkan angkutan penumpang 250 juta penumpang sedangkan angkutan barang 27 juta ton per tahun.
"Kalau hebat banget tidak. Kalau mau hebat banget, memangnya berani mau bayar karcis berapa, setiap hari aja protes KRL Jabodetabek. Padahal jarak Bogor - Jakarta hanya Rp 5.000 itu kan 60 kilometer."
Dia membandingkan harga yang harus dikeluarkan masyarakat jika menggunakan kendaraan lain."Kalau tiket dinaikkan pasti bilangnya daya beli berkurang, meski itu sebenarnya bukan urusan saya. Kalau tarifnya Rp 5.000 minta bagus sama Tuhan, saya hanya bisa jamin selamat saja," ujarnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (29/8).
Dirinya mengaku sempat meragukan apakah KAI bisa berkembang maju selama kepemimpinannya lantaran Jonan mengaku tidak mengetahui urusan transportasi khususnya kereta api.
Namun dirinya mendapatkan kepercayaan dari Menteri BUMN yang dulu, Sofyan Djalil untuk menjabat sebagai orang nomor satu di KAI. "Saya tidak mengerti transportasi, tapi saya coba saja. Kalau kata Pak Sofyan, kalau anda tidak bisa, satu Indonesia tidak akan bisa."
Dia menegaskan perlu jalan panjang, untuk mengubah pemikiran karyawan KAI yang selama ini menganggap KAI merupakan service orientasi company bukan perusahaan layanan publik. "Dulu kan KAI maunya begini, padahal KAI kan industri publik.
Jonan pun bercerita banyak senior-senior KAI itu tidak mau terjun ke lapangan. Padahal, seharusnya senior memberikan contoh."Ini penting, dulu saya di telepon salah satu mantan direktur KAI, lalu ada yang memberitahukan bahwa ada kereta yang anjlok di Jawa Barat, kata mantan direktur itu biarkan anak-anak yang urus," ungkapnya.
(mdk/arr)