Jonan: Agar pengadaan lahan lancar, korban gusuran diberi pekerjaan
Pengadaan tanah jadi momok besar pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berambisi membangun banyak proyek infrastruktur untuk menggerakkan roda perekonomian nasional. Pembangunan infrastruktur juga bertujuan meningkatkan daya saing nasional.
Menggenjot pembangunan infrastruktur bukan perkara mudah. Kendala yang kerap membuat pemerintah kewalahan dalam membangun infrastruktur tak lain soal pembebasan lahan.
"Pengadaan tanah jadi momok besar pembangunan infrastruktur di Indonesia," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta, Kamis (17/3).
Dia mencontohkan susahnya membebaskan lahan untuk membuat jalur kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Dari penuturannya, ada 1.700 kepala keluarga keberatan dengan rencana pemerintah. Mereka menolak digusur.
Jonan memberikan saran kepada petinggi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menyelesaikan masalah itu. Mantan bos KAI ini menyarankan agar dilakukan pendekatan secara masif kepada masyarakat yang terkena proyek pembangunan infrastruktur.
Selain itu, untuk mempermudah eksekusi, sebaiknya tiap kepala keluarga diiming-imingi untuk diberi pekerjaan. "Masukan satu kepala keluarga jadi pegawai (KAI)," ungkapnya.
Setelah itu, lanjut Jonan, agar warga tidak merasa dibuang pascapenertiban, bisa dibangun semacam tugu peringatan. Sehingga warga tetap mengenang pernah menempati lokasi itu. "Mereka juga nggak merasa di usir," terangnya.
Baca juga:
Rela digusur, warga Muara Karang minta rusun dan uang kerohiman
Petugas PT KAI bongkar 9 rumah warga di kawasan Stasiun Kemayoran
Proyek terkendala lahan, JK minta rakyat tak semena-mena minta harga
Tolak digusur, penghuni asrama Polri di Pesing tutup Jl Daan Mogot
Punya uang miliaran, nenek tua & anaknya ini malah hidup menderita