Jonan: Ada 2.500 desa di Indonesia Timur belum teraliri listrik
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata Jonan, ESDM akan menerbitkan aturan berupa Peraturan Menteri (Permen) yang akan memberikan swasta izin untuk membangun pembangkit listrik dan menjualnya kepada masyarakat. Gardu induk yang dibangun swasta juga tidak akan menggunakan Gardu milik PLN.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengakui saat ini terdapat 2.500 desa di wilayah Indonesia Timur yang masih belum teraliri listrik. Dari jumlah tersebut 2.300 di antaranya berada di wilayah Papua.
"Lebih dari 2.500 desa yang tidak teraliri, ini kebanyakan di wilayah Timur. Kebanyakan 2.300 desa ada di wilayah Papua," ujar Jonan dalam DBS Asian Insights Conference 2016, di Jakarta, Kamis (17/11).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata Jonan, ESDM akan menerbitkan aturan berupa Peraturan Menteri (Permen) yang akan memberikan swasta izin untuk membangun pembangkit listrik dan menjualnya kepada masyarakat. Gardu induk yang dibangun swasta juga tidak akan menggunakan Gardu milik PLN.
"Ini besar sekali, kami baru menerbitkan peraturan untuk memberikan izin swasta membangun pembangkit dan menjual (kepada masyarakat). Yang tidak menggunakan gardu induk dari PLN, jadi sambungan kabel itu jadi kecil-kecil saja. Jadi setiap kecamatan dibangun kabel sendiri, transmisi tegangan rendah, bisa hydro, angin, dan lainnya," jelasnya.
Mantan Menteri Perhubungan ini menambahkan, investasi untuk membangun pembangkit listrik disana juga tidak mahal. Untuk 0,1 Megawatt (MW) swasta hanya memerlukan anggaran sebesar USD 200.000.
"Investasi enggak besar, kira-kira 0,1 MW itu USD 200.000, itu bisa mengaliri listrik yang simpel untuk satu kecamatan. Silahkan kalau minat, ini tantangan besar. Sebanyak 2.500 desa yang tidak ada listriknya, padahal sudah 71 tahun merdeka," pungkasnya.
Baca juga:
PLN kini punya Power Bank raksasa pengganti genset
Konsumsi listrik masyarakat Indonesia terendah se-Asia
2 Sirkuit Surabaya-Balaraja 500 kV perkuat kelistrikan Jawa-Bali
PLTN Bangladesh dan Vietnam bisa menjadi ancaman Indonesia
Program listrik untuk rakyat miskin telah sentuh 2.074 rumah tangga
Bos Bappenas sayangkan RI jadi pasar ekspor listrik dari Malaysia
Bos Bappenas: Indonesia punya potensi ekspor energi listrik