LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi Targetkan Tidak Ada Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Pada 2024

Menurut Jokowi, saat ini penuntasan kemiskinan harus terus dilakukan. Dengan cara menyasar penduduk yang sangat miskin.

2020-03-04 15:16:24
Kemiskinan
Advertisement

Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap tidak ada kemiskinan ekstrem di Indonesia pada 2024 mendatang. Saat ini, angka kemiskinan masih berada di 3,37 persen atau sekitar 9,91 jiwa berdasarkan standar angka kemiskinan Internasional yang digunakan bank dunia.

"Kita harapkan di 2024 untuk kemiskinan ekstrem ini kita bisa pada berada posisi 0," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Walaupun angka kemiskinan mengalami penurun sejak 2015 dari 11,22 persen jadi 9,22 persen di September tetapi angka tersebut belum cukup. Menurut Jokowi, saat ini penuntasan kemiskinan harus terus dilakukan. Dengan cara menyasar penduduk yang sangat miskin.

Advertisement

"Kita bisa fokus menangani terlebih dahulu yang 9,91 jiwa ini. Karena itu data tentang siapa dan di mana masyarakat kita ini harus betul-betul akurat sehingga program bisa disasarkan tepat pada kelompok yang kita inginkan," kata Jokowi.

Data BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2019 sebesar 9,22 persen atau menurun 0,19 persen terhadap Maret 2019 dan lebih rendah 0,44 persen terhadap September 2018.

Advertisement

Adapun jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang.

"Jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 24,79 juta atau menurun 0,36 juta orang terhadap Maret 2019 dan menurun 0,88 juta orang terhadap September 2018," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Rabu (15/1).

Suhariyanto melanjutkan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2019 sebesar 6,69 persen, turun menjadi 6,56 persen pada September 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2019 sebesar 12,85 persen, turun menjadi 12,60 persen pada September 2019.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.