Jokowi sebut target ekonomi tak pesimis tapi juga tidak optimis
pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2015 antara 5,6-5,8 persen.
Presiden Joko Widodo mengumpulkan bupati seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini, Jokowi mengingatkan pentingnya mengejar target pertumbuhan ekonomi.
Seperti amanatnya kepada Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat penyusunan draf RAPBN-P 2014, presiden menginginkan target yang realistis.
"Tahun 2014 kemarin pertumbuhan 5,1 (persen). Target 2015 antara 5,6-5,8 persen. Ini adalah sebuah target yang pesimis juga tidak, optimis juga tidak," kata Jokowi dalam pidatonya di Istana Bogor, Kamis (22/1).
Presiden yakin target yang telah dihitung dengan matang, bisa dipenuhi. "Saya kira angka yang kita inginkan juga bukan sebuah angka tanpa kalkulasi. Kita bisa sampai angka itu kalau 2 hal bisa terpenuhi," tegasnya.
Pertama, penyerapan anggaran harus di atas 90 persen. Kepala negara meminta kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah memaksimalkan penyerapan anggaran untuk kepentingan rakyat. Jokowi mengaku bakal mengawasi penyerapan anggaran sejak awal tahun anggaran berjalan.
"Sejak awal kita lihat BPKP nanti langsung dikendalikan presiden agar bisa pantau realisasinya agar betul-betul tercapai targetnya," katanya.
Kedua, pemerintah daerah diminta menggenjot investasi. Potensi daerah yang bisa dikembangkan untuk investasi, diyakini bakal membantu menggairahkan perekonomian daerah dan nasional.
"Oleh sebab itu investasi di daerah harus didorong agar investasi terus masuk," ucapnya.
(mdk/noe)