Jokowi: Pertumbuhan ekonomi RI 5 besar dunia, keliru kalau pesimis
Presiden Jokowi optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai level 5-5,2 persen pada tahun ini.
Meskipun ekonomi nasional terus tumbuh melambat sejak 2011, Presiden Joko Widodo tetap optimis dengan masa depan perekonomian dalam negeri. Menurut presiden, tidak hanya Indonesia yang mengalami perlambatan ekonomi. Hampir semua negara mengalami hal serupa.
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II cuma 4,6 persen, presiden bangga karena masih masuk jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi kita masih lima besar di dunia. Kalau ada rasa pesimis, keliru. Kita harus optimis," ujar Presiden Jokowi usai menghadiri acara peringatan 38 tahun diaktifkan kembali pasar modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).
Presiden Jokowi optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai level 5-5,2 persen pada tahun ini. Dia pun yakin pertumbuhan ekonomi tinggi membuat investor pasar modal semakin meningkat untuk menanamkan modalnya.
"Menurut kita antara (pertumbuhan ekonomi) ada di 5 hingga 5,2 persen, tetapi Insya Allah naik," katanya.
Jokowi menuturkan, keyakinan pemerintah dibutuhkan untuk meningkatkan meningkatkan optimisme pasar modal, yang semula lesu menjadi bergairah. Optimisme tersebut juga bakal menguatkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
"Ya supaya pesan-pesan positif kita angkat supaya persepsi baik sehingga persepsi itu menimbulkan optimisme sehingga pasar modal hijau," pesannya.
(mdk/noe)