LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi Minta Fintech Mudahkan Akses Bagi Masyarakat Tak Terjangkau Layanan Perbankan

Presiden Joko Widodo meminta pembiayaan financial technology atau teknologi finansial harus didorong dengan produktif. Jokowi juga ingin adanya fintech memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan.

2021-10-11 11:39:00
Fintech
Advertisement

Presiden Joko Widodo meminta pembiayaan financial technology atau teknologi finansial harus didorong dengan produktif. Jokowi juga ingin adanya fintech memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan.

"Pembiayaan fintech juga harus didorong dengan produktif, membangun kemudahan akses, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan," katanya saat pidato di OJK Virtual Innovation Day 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10).

Selain itu, adanya fintech mesti membantu pelaku UMKM agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik. Serta membangun UMKM untuk naik kelas dan masuk ke go digital.

Advertisement

"Saya titip kepada OJK dan pelaku usaha dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar yang harus diikuti dengan literasi keuangan dan literasi digital, agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," tuturnya.

Kepala Negara juga meminta inklusi keuangan harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat. Khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah.

"Menjadi solusi untuk menekan ketimpangan sosial, menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan konvensional," pungkasnya.

Advertisement

Tidak Berpusat di Jawa

Jokowi juga meminta provider keuangan digital harus berorientasi kepada Indonesia sentris, merata hingga ke pelosok penjuru Tanah Air.

"Provider keuangan digital juga harus berorientasi Indonesia sentris, tidak hanya berpusat di Jawa saja, tetapi membantu mempercepat transformasi keuangan digital hingga pelosok ke seluruh penjuru tanah air kita," ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta seluruh industri jasa keuangan untuk melaksanakan program literasi keuangan dan literasi digital. Hal itu dimulai dari desa dan dari pinggiran.

"Bukan hanya agar masyarakat bisa memanfaatkan jasa dari industri keuangan, tapi juga untuk memfasilitasi kewirausahaan mereka dengan risiko yang rendah," ucap eks Wali Kota Solo itu.

Jokowi berharap ekosistem keuangan digital yang tangguh dan berkelanjutan harus terus dijaga untuk mendorong percepatan pergerakan ekonomi nasional yang inklusif. Serta berkontribusi lebih besar pada upaya pemulihan ekonomi yang sedang pemerintah lakukan.

"Komitmen, keberpihakan, dan kerja keras Bapak Ibu sekalian sangat ditunggu oleh pelaku pelaku ekonomi utamanya pelaku ekonomi kecil khususnya juga usaha mikro kecil dan menengah untuk segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan terfasilitasi untuk memanfaatkan peluang-peluang baru yang bermunculan," pungkasnya.

Baca juga:
Raih Pendanaan Rp2,1 Triliun, Ajaib Jadi Unicorn Fintech Investasi Pertama di ASEAN
Tren Pembayaran Digital Kala Pandemi: Metode e-Wallet Paling Populer?
Sekitar 100 Startup Indonesia Raih Total Pendanaan US$ 3,8 Miliar di Semester I
Ini Tiga Impian Xendit Sebagai New Startup Unicorn, Satu Impiannya Bikin Bangga
Mantan Menko Ekonomi dan Ketum Kadin Diangkat Menjadi Komisaris Kredivo
Arsjad Rasjid dan Darmin Nasution Jabat Komisaris Kredivo
OY! Indonesia Dapat Suntikan Dana Segar Rp 443,2 Miliar

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.