LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi Kagum Pertumbuhan Ekonomi Digital Lebih Tinggi Dibanding Ekonomi Nasional

Dalam acara BTN Digital Start Up Connect 2018 di Balai Kartini, Jokowi menyampaikan pada 2017 ekonomi digital di Indonesia menyumbang 7,3 persen pada PDB Indonesia. Padahal pertumbuhan ekonomi RI pada 2017 sebesar 5,1 persen.

2018-12-07 11:37:46
Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo mengaku kagum dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dengan bonus demografi yang dimiliki saat ini, Jokowi optimis ekonomi digital Indonesia akan tumbuh semakin pesat

Dalam acara BTN Digital Start Up Connect 2018 di Balai Kartini, Jokowi menyampaikan pada 2017 ekonomi digital di Indonesia menyumbang 7,3 persen pada PDB Indonesia. Padahal pertumbuhan ekonomi RI pada 2017 sebesar 5,1 persen.

"Ini besar sekali, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional itu sendiri. Artinya ekonomi digital punya pertumbuhan besar dan juga peluang besar," ucap Jokowi, Jumat (7/12).

Advertisement

Saat ini, pemerintah terus mendorong lahirnya berbagai start up demi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN. Bahkan, beberapa perusahaan Indonesia kini sudah memiliki market terbesar di ASEAN, sebut saja Traveloka, Bukalapak, Tokopedia dan Go-Jek.

Bahkan untuk mengawal tumbuhnya banyak start up, pemerintah mampu menghadirkan Plug and Play ke Indonesia. Selain itu, saat ini banyak perusahaan perbankan yang membina start up baru.

"Tahun ini diproyeksikan ekonomi digital akan memiliki kontribusi 8,5 persen ke PDB, besar ini. Dan alhamdulillah lompatan kemajuan saya lihat di sosiopreneur luar biasa," ujarnya.

Advertisement

Selain pengembangan ekonomi digital, Jokowi juga meminta kepada Badan Ekonomi Krearif (Bekraf) untuk mensinergikan antara perkembangan industri kreatif offline dengan yang online.

Seperti dicontohkan, industri kreatif offline masih harus dilakukan pembinaan demi mendapatkan branding dan pengemasan produk yang lebih bagus. Dengan demikian nanti akan difasilitasi secara online dalam hal pemasarannya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Apindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Hanya 5,2 persen, Ini Alasannya
Ini Kunci Ekonomi RI Lebih Stabil Dibandingkan Negara G20 Lain
Kenaikan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Turunkan Pertumbuhan Ekonomi RI
Ekonom CIMB Niaga: Kejutan Masih Akan Terjadi di 2019
Lapor Soal Pertumbuhan Ekonomi, Kepala BP Batam Temui Menko Darmin
Bos BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Turun Jadi 3,7 Persen di 2019

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.