LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi Ingatkan Soal Covid-19: Kita Masih dalam Situasi Extraordinary

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan masyarakat untuk terus berhati-hati dan menjaga ketat protokol kesehatan di tengah situasi pandemi yang masih mengancam. Dia menandaskan, kondisi Indonesia saat ini masih extraordinary sehingga kewaspadaan terhadap Covid-19 harus ditingkatkan.

2021-06-25 11:55:38
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan masyarakat untuk terus berhati-hati dan menjaga ketat protokol kesehatan di tengah situasi pandemi yang masih mengancam. Dia menandaskan, kondisi Indonesia saat ini masih extraordinary sehingga kewaspadaan terhadap Covid-19 harus ditingkatkan.

"Saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir. Kita harus tetap waspada. Situasi yang kita hadapi masih dalam situasi extraordinary," ujar Jokowi di Istana Negara, Jumat (25/6).

Lanjutnya, situasi yang genting ini harus direspons dengan kebijakan yang cepat dan tepat. Kebijakan ini juga harus satu frekuensi dengan kebijakan di tataran lembaga negara dan jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Advertisement

Sejak 2020, pemerintah telah menerapkan kebijakan extraordinary untuk menangani pandemi Covid-19, terutama menyangkut keuangan negara. "Refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan dan memberi ruang relaksasi APBN dapat diperlebar di atas 3 persen selama tiga tahun," imbuhnya.

Lalu, pemerintah juga mendorong lembaga negara untuk menerapkan sharing the pain seperti yang dilakukan pemerintah yaitu burden sharing dengan Bank Indonesia.

"Dengan kebijakan tersebut, alhamdulillah kita mampu menangani peningkatan belanja kesehatan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan, meskipun kita alami kontraksi yang dalam di kuartal II 2020 yaitu -5,32 persen," katanya.

Advertisement

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menyerah Tak Jadi Pilihan, Begini Cara Pelaku Pariwisata Bertahan di Tengah Pandemi
Pemain Kripto Mesti Waspadai Pemulihan Ekonomi, ini Alasannya
Bos OJK Optimis 2021 Jadi Titik Pemulihan Sektor Keuangan
PHRI Soal Lonjakan Kasus Covid-19: Tahun 2021 Semakin Berat
BPK Temukan 6 Masalah dalam Program Penanganan Covid-19 dan PEN 2020
Askrindo Beri Penjaminan Kredit UMKM Rp4,8 Triliun Hingga Mei 2021

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.