Jokowi diminta waspadai lonjakan inflasi karena penghapusan subsidi
Jokowi diminta waspadai lonjakan inflasi karena penghapusan subsidi. Sebab, pengurangan subsidi listrik dan gas menjadi potensi pendorong inflasi. Selain itu yang perlu diwaspadai yakin masih bergejolaknya harga pangan. Maka dari itu, BI memprediksi inflasi tahun ini dipatok pada angka 4 plus minus 1 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 0,42 persen pada Desember 2016. Angka ini turun dibanding November 2016 yang mencapai 0,47 persen. Sementara inflasi pada tahun kalender (Januari-Desember 2016) mencapai 3,02 persen.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa realisasi inflasi tahun lalu masih dalam batas aman. Di mana inflasi berada di kisaran 3 persen.
"Jadi saya menyambut baik bahwa dua tahun ini inflasi ada di kisaran 3,3 persen dan di tahun 2016 ini ada di kisaran 3 persen," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/1).
Namun, Agus mengingatkan pemerintah untuk lebih berhati-hati terhadap tekanan inflasi di tahun ini. Sebab, pengurangan subsidi listrik dan gas menjadi potensi pendorong inflasi.
"Kita sudah dengar bahwa listrik 900 VA akan dikurangi subsidinya begitu juga dengan elpiji 3 kg. Jadi ini area yang perlu diwaspadai," jelasnya.
Selain itu yang perlu diwaspadai yakin masih bergejolaknya harga pangan. Maka dari itu, BI memprediksi inflasi tahun ini dipatok pada angka 4 plus minus 1 persen.
Baca juga:
Kata BPS soal tarif listrik 900 VA naik mulai Januari 2017
BPS sebut inflasi 2016 sudah sesuai target pemerintah
BPS: Cabai rawit & rokok kretek filter sumbang inflasi Desember 2016
BPS: Inflasi 2016 capai 3,02 persen, terendah sejak 2010
Suku bunga The Fed diprediksi naik 3 kali di 2017, ini antisipasi BI
BPS beberkan penyebab inflasi November tembus 0,47 persen
Menko Darmin optimis inflasi terjaga 3 persen sampai akhir tahun