LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi dibuat jengkel kepala daerah masih persulit izin bangun rumah

Jokowi dibuat jengkel kepala daerah masih persulit izin bangun rumah. Presiden Jokowi mengaku kerap mendapat keluhan dari para pengembang properti terkait kendala membangun perumahan. Dia menambahkan, setelah berkunjung ke sejumlah daerah ternyata pembangunan perumahan swasta cukup bagus.

2017-08-11 19:37:38
Perumahan
Advertisement

Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah untuk tak lagi mempersulit izin pembangunan rumah. Sebab, pemerintah memiliki target program satu juta rumah untuk masyarakat yang kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan hunian.

"Masalah ini harus dirampungkan. Ini masalah klasik dan suka membuat jengkel. Mereka (pengembang) ingin cepat dan kita dipersulit. Ini harus dihilangkan," ujarnya saat membuka pameran Indonesia Properti Expo tahun 2017 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Presiden Jokowi mengaku kerap mendapat keluhan dari para pengembang properti terkait kendala membangun perumahan. Pertama, mengenai pemberian hak Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ketersediaan lahan yang terbatas, dan proses perizinan yang terlalu lama. Saat ini, lanjutnya, pemerintah sudah memudahkan hal-hal tersebut.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp 74 triliun untuk belanja pembangunan rumah subsidi. "Ini angka yang tidak kecil, meloncat tinggi sekali. Semestinya, pergerakan propertinya kenceng, semestinya," kata Presiden Jokowi.

Selain belanja pembangunan perumahan, pemerintah juga memberikan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani pembayaran bunga.

"Hati-hati rakyat harus tahu ini adalah subsidi pemerintah kepada masyarakat yang menginginkan bisa beli rumah dengan harga yang baik dan tidak terbeban bunga. Ini ada subsidi SSB, subsidinya 7 persen kurang lebih masyarakat bisa membayar kurang lebih 4-5 persen bunganya. Ini sangat kecil sekali. Saya melihat sangat membantu sekali," jelasnya.

Dia menambahkan, setelah berkunjung ke sejumlah daerah ternyata pembangunan perumahan swasta cukup bagus. Misalnya di Cikarang, Balikpapan, dan Pekanbaru. Perumahan ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan rumah murah dan bagus.

"Di setiap saya ke kabupaten/provinsi (ditanya masyarakat) kapan kita ada perumahan. Ini minat masyarakat sangat besar. Kurang kita gede sekali ini yang harus dikejar dengan percepatan pembangunan rumah," ucapnya.

Baca juga:
Permudah izin pembangunan rumah, 3 Pemda diganjar penghargaan
Menteri Basuki: Kebutuhan masyarakat akan rumah sangat tinggi
Di IPEX 2017, BTN tawarkan rumah DP 1% hingga diskon administrasi
Sandiaga Uno: Minat masyarakat pada rumah DP Rp 0 tetap tinggi
WIKA terbangkan 800 pekerja ke Dubai bangun perumahan pemerintah UEA
Subsidi disunat, rakyat makin sulit punya rumah layak
Ini solusi untuk pemerintah kurangi backlog perumahan

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.