Jokowi: Di Jawa, harga bensin naik 1.000 perak demonya enam bulan
Presiden Jokowi menyindir ketidakadilan yang selama ini terjadi di masyarakat Indonesia. Di mana, masyarakat Papua sudah bertahun-tahun merasakan harga bensin hingga semen yang mahal. Saat ini, pemerintah sudah memiliki program bahan bakar minyak (BBM) satu harga.
Presiden Jokowi menyindir ketidakadilan yang selama ini terjadi di masyarakat Indonesia. Di mana, masyarakat Papua sudah bertahun-tahun merasakan harga bensin hingga semen yang mahal.
"1,5 Tahun lalu di Wamena saya tanya, saya kaget harga bensin (Rp 60.000) mereka diam saja tidak pernah demo. Kalau di Jawa naik 500 perak, demonya tiga bulan. Naik seribu saja, demonya enam bulan tidak rampung. Di sana Rp 60.000 bertahun-tahun diam orang Papua," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/8).
Saat ini, pemerintah sudah memiliki program bahan bakar minyak (BBM) satu harga. "Nyatanta bisa, subsidi yang dibutuhkan hanya Rp 800 miliar. Dulu subsidi Rp 40 triliun tidak ada masalah. Kok sekarang dipermasalahkan," tuturnya.
Presiden Jokowi mengungkapkan permasalahan yang tengah dipecahkan sekarang ialah soal harga semen. Maka dari itu, pemerintah tengah menggenjot proyek jalan Trans Papua.
"Harga semen masih mahal. Itu masih jadi PR kita. Di Wamena masih Rp 800.000 per sak. Kenapa kita bngun Trans Papua itu supaya harga semen di sana minimal mirip. Ini namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Baca juga:
Program BBM Satu Harga terkendala izin pemerintah daerah
ESDM: Pertamini itu ilegal, tidak ada standar keamanan
Juli 2017, Pertamina realisasikan BBM satu harga di 25 titik
Pemerintah kaji wajibkan Premium kembali ada di tiap SPBU
Pertamina akui sulit cari investor bangun SPBU di daerah terluar RI
Fakta terbaru kebijakan BBM di pelosok satu harga dengan Jakarta
Menteri Jonan: Program BBM satu harga tidak boleh gagal