LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi banggakan rasio elektrifikasi sudah 92 persen di Maret 2017

Jokowi banggakan rasio elektrifikasi sudah 92 persen di Maret 2017. Perekonomian daerah, tambahnya, terutama di kawasan pinggiran tidak akan bisa bergerak dengan cepat apabila tidak ada tenaga listrik dan prasarana telekomunikasi. Maka, pemerintah terus mendorong pembangunan energi listrik di 31 lokasi prioritas.

2017-08-16 12:09:21
Rasio Elektrifikasi
Advertisement

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia tidak mungkin menjadi bangsa maju jika rumah rakyat di seluruh pelosok nusantara tidak menikmati aliran listrik. Maka dari itu, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan rasio elektrifikasi.

"Dalam mendukung pemerataan, pemerintah juga mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang mencapai 92 persen pada bulan Maret tahun 2017," ujarnya saat pidato kenegaraan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).

Presiden melanjutkan, dalam sidang kali ini, mengucapkan selamat kepada warga Desa Wogalirit, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setelah 72 tahun merdeka, sekarang akhirnya bisa menikmati layanan listrik. "Selamat juga untuk warga desa-desa lain di seluruh Tanah Air, yang tahun 2017 ini bisa menikmati layanan listrik," tuturnya.

Perekonomian daerah, tambahnya, terutama di kawasan pinggiran tidak akan bisa bergerak dengan cepat apabila tidak ada tenaga listrik dan prasarana telekomunikasi. Maka, pemerintah terus mendorong pembangunan energi listrik di 31 lokasi prioritas dan meneruskan pembangunan berbagai Base Transceiver Station (BTS).

"Sehingga kecamatan-kecamatan di perbatasan dan garis perbatasan NKRI dapat mengakses telepon dan informasi," ucapnya.

Selain listrik, Indonesia juga menghadapi tantangan kemajuan lainnya. Salah satunya biaya logistik yang mahal. "Kita juga menghadapi tantangan untuk terbebas dari jebakan sumber daya alam. Setelah selesainya booming migas di tahun 1970an, selesainya booming
kayu di tahun 1990an, era booming mineral juga telah berakhir. Bahkan beberapa komoditas lainnya merosot tajam. Karena itu kita harus berubah," jelasnya.

Advertisement

Baca juga:
Target rasio elektrifikasi tahun 2017 terlampaui dalam 6 bulan
Ini terobosan Pemerintah Jokowi terangi 2.500 desa terpencil RI
PLN: Jawa dan Bali habiskan 75 persen energi nasional
2016, rasio elektrifikasi RI capai 91 persen
2017, PLN bakal terangi 300 desa di Papua
PLN: Rasio elektrifikasi 100 persen di 2024, lebih cepat dari RUPTL
Arcandra ungkap ada 2.500 desa di Papua belum rasakan listrik

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.