JK sebut industri otomotif bisa dorong pertumbuhan ekonomi
Kemajuan industri otomotif juga membuat penerimaan negara meningkat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan industri otomotif dalam negeri harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, kemajuan industri otomotif juga membuat penerimaan negara meningkat.
Menurut JK, kemampuan pemerintah membangun infrastruktur untuk meningkatkan penjualan mobil, tergantung pada besaran pajak yang diterima. Maka, dengan dibangunnya industri otomotif dalam negeri bisa meningkatkan penerimaan pajak.
"Dengan begitu ekonomi kita bisa bangkit. Itu lah kenapa pemerintah menginginkan industri bisa bergerak dalam negeri agar ekonomi bisa lebih tinggi. Bukan hanya pemerintah untuk kepentingan industrinya, melainkan juga untuk pendapatannya," ujar JK dalam pameran Indonesia Internasional Motor Show 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/4).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menilai dengan adanya program mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) akan mendorong bergeraknya industri otomotif dalam negeri.
"Seperti Honda Brio, walaupun mereknya itu tapi 10 persen lokal konten dari dalam negeri. Semua konten dalam negerinya sudah banyak. Program LCGC ada kewajiban menggunakan komponen lokal," jelas Putu.
Baca juga:
Satu juta mobil ditargetkan laku di ajang IIMS 2016
Selama masih ada budaya minta 'komisi', ekonomi RI tak akan maju
JK: Industri otomotif perlu didorong perbaikan infrastruktur
IIMS 2016, Mitsubishi targetkan penjualan seribu mobil
Diperkenalkan di IIMS, Toyota jual seri Sienta mulai Rp 230 juta