JK optimistis bangun 1 juta rumah rakyat miskin per tahun
Mengejar kekurangan pasokan backlog saat ini mencapai 13 juta rumah.
Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK optimistis target pembangunan satu juta rumah untuk masyarakat miskin per tahun bisa tercapai. Itu untuk mengejar kekurangan pasokan atau backlog saat ini mencapai 13 juta rumah.
"Ini proyek besar untuk mengatasi backlog itu. Setelah kita hitung itu sangat mungkin dan harus kita lakukan," tutur JK, Jakarta, Kamis (8/1).
Untuk itu, dia meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk menyiapkan rencana aksi dalam dua minggu.
Basuki mengatakan pembangunan satu juta rumah membutuhkan ketersediaan dana dan lahan. Untuk itu dia bakal melibatkan sejumlah kementerian dan perusahaan pelat merah.
"Jadi semua digerakkan untuk bisa membangun 1 juta rumah, baik susun maupun tapak. Tetapi diutamakan yang susun. Jadi siapa, berbuat apa, dimana lokasinya, berapa banyak dengan skema apa? Itu action plan-nya," jelas Basuki.
Dia menambahkan, kementeriannya mengantongi modal sebesar Rp 8,2 triliun untuk perumahan rakyat. Sebanyak Rp 5 triliun dianggarkan untuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi bunga kredit perumahan.
Selain itu, dana BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 18 triliun juga bisa dipakai untuk uang muka rumah dan membayar bunga kredit perumahan BTN.
Direktur Utama BTN Maryono menegaskan, suku bunga kredit perumahan rakyat miskin sangat rendah. "Perkiraan selama ini kan kalau FLPP 7,25 persen, semoga bisa di bawah itu," ucapnya.
(mdk/yud)