Jika 35 Ribu Pegawai PLN Jadi Mogok, Pasokan Listrik ke Seluruh Indonesia Terhenti
Ketua Umum Serikat Pekerja PLN, Jumadis Abda mengatakan, PLN memiliki 50 ribu pegawai, sedangkan yang tergabung dalam serikat pekerja sebanyak 35 ribu di seluruh Indonesia. Pegawai tersebut mengisi posisi dari pembangkitan hingga pelayanan ke masyarakat.
Sebanyak 35 ribu pegawai PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN yang tergabung dalam serikat pekerja PLN berencana melakukan aksi mogok. Aksi digelar jika dalam dua bulan ke depan tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan.
Lalu apa dampaknya jika 35 ribu pegawai PLN melakukan aksi mogok?
Ketua Umum Serikat Pekerja PLN, Jumadis Abda mengatakan, PLN memiliki 50 ribu pegawai, sedangkan yang tergabung dalam serikat pekerja sebanyak 35 ribu di seluruh Indonesia. Pegawai tersebut mengisi posisi dari pembangkitan hingga pelayanan ke masyarakat.
"Serikat pekerja PLN dari petugas pembangkit sampai distribusi dan pelayanan ke masyarakat," kata Jumadis, di Jakarta, Rabu (5/12).
Menurut Jumadis, jika 35 ribu pegawai PLN anggota serikat pekerja tersebut melakukan aksi mogok, maka seluruh aktivitas penyediaan listrik terhenti, hal ini akan berakibat terhentinya pasokan listrik di seluruh Indonesia.
"Kalau mogok, bisa terbayangkan pemadaman, terjadi black out, ini tujuan untuk perbaikan mudah-mudahan ada perbaikan," tuturnya.
Jumadis menuturkan, akis mogok akan dilakukan selama 7 hari pada dua bulan ke depan, jika tuntutan serikat pekerja tidak dikabulkan. Adapun tuntutanya yaitu meminta perhatian dan bantuan Presiden Joko Widodo, untuk membantu menyelamatkan dan memperbaiki kondisi PLN, dengan mengganti Direksi PLN saat ini sebagai pihak yang langsung bertanggung jawab yang membuat PLN terpuruk, serta menggantikan dengan Direksi PLN yang memilki integritas, profesional dan memiliki kompetensi di bidang kelistrikan.
Mengembalikan penguasaan kelistrikan di bidang pembangkit menyangkut hajat hidup orang banyak, sesuai UUD 1945 pasal 33 ayat 2 untuk kesejahteraan rakyat. Sehingga Indonesia memiliki kedaulatan di bidang energi dan listrik.
Namun Jumadis dan rekan-rekanya berupaya menghindari aksi mogok, dengan mencari solusi terbaik agar tuntutannya dikabulkan dan ada upaya perbaikan pada PLN.
"Harapan ke Presiden turun langsung menyelesaikan masalah ini," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)