Jerman Hingga Inggris Ikut Danai Proyek PLTS Terapung di Saguling
Investasi pada proyek Saguling ini menjadi model untuk proyek energi bersih di masa mendatang di Indonesia.
PLN Indonesia Power mengumumkan perkembangan terbaru mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling dengan kapasitas 92 MWp. Investasi untuk proyek ini diperoleh dari tiga lembaga pembiayaan pembangunan di Eropa.
Kepastian mengenai pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pembiayaan yang dilakukan oleh para mitra utama, termasuk PT Indo ACWA Tenaga Saguling sebagai pengembang, PLN Indonesia Power, serta DEG dari Jerman, Proparco dari Prancis, dan Standard Chartered dari Inggris.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pendanaan dari kerjasama ini akan digunakan untuk pengembangan, konstruksi, dan pengoperasian proyek.
"Investasi di PLTS Terapung Saguling bukan sekadar proyek pembangkit listrik tenaga surya. Ini merupakan simbol semangat kolaboratif antara Pemerintah Indonesia, masyarakat internasional, dan sektor swasta untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Erlangga dikutip di Jakarta, Rabu (7/5).
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Purat, menjelaskan bahwa PLTS Saguling, yang dibangun dan dioperasikan oleh PT PLN Indonesia Power dan ACWA Power, akan meningkatkan kontribusi produksi listrik dari tenaga surya di Indonesia hingga sekitar 13 persen.
"Indonesia memiliki potensi tenaga surya yang sangat besar, yaitu mencapai 3.295 Gigawatt (GW). Dengan pengoperasian PLTS Saguling, pemanfaatan energi surya sebagai sumber kelistrikan diharapkan dapat meningkat secara signifikan," tuturnya.
Pangkas Emisi Karbon
Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Saguling diharapkan dapat menurunkan emisi karbon dalam sistem kelistrikan Indonesia hingga 63.100 ton setiap tahunnya. Hal ini menjadi pendorong penting dalam pelaksanaan transisi energi serta pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060.
PLTS terapung Saguling merupakan bagian dari Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) Indonesia. JETP Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2022 bertujuan untuk menggerakkan modal guna mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia, serta memfasilitasi penyebaran energi bersih yang terjangkau, yang secara signifikan menguntungkan perekonomian nasional.
Investasi pada proyek Saguling ini menjadi model untuk proyek energi bersih di masa mendatang di Indonesia, yang didukung oleh dana dari sektor publik dan swasta, serta diharapkan dapat memicu mobilisasi lebih lanjut.
Masyarakat Kepulauan Selayar Terima Pasokan Listrik dari PLTS Hybrid
PLN Indonesia Power (PLN IP) menyediakan pasokan listrik yang bersumber dari energi ramah lingkungan untuk menerangi daerah-daerah terpencil di Indonesia, termasuk PLTS Hybrid Selayar yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya transisi energi dan pelaksanaan visi Asta Cita kemandirian energi yang diusung oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.
PLN Indonesia Power berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menyediakan energi berkelanjutan di seluruh Tanah Air, dengan fokus pada wilayah-wilayah yang terpinggirkan.
"PLN IP merupakan salah satu subholding PLN yang memegang peran strategis. Peran utama PLN IP saat ini yaitu sebagai penyedia solusi energi," ungkap Edwin pada Rabu (30/4).
Dia menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di daerah terpencil, PLN Indonesia Power telah meningkatkan kapasitas pembangkit EBT dengan mengoperasikan PLTS Hybrid Selayar pada tahun 2022.
Pembangkit yang dikelola oleh PLN Indonesia Power UBP Tello ini memiliki daya mampu mencapai 1,3 Mega Wattpeak (MWp) dan dilengkapi dengan kapasitas baterai cadangan sebesar 870 Kwh. PLTS Hybrid Selayar ini menjadi salah satu andalan dalam sistem kelistrikan Selayar, berlokasi di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan dibangun di atas lahan seluas 1,46 hektare.
Daya yang Terpasang
PLN IP UBP Tello memiliki kapasitas terpasang sebesar 132 Megawatt dan daya mampu mencapai 96,72 Megawatt. Daya ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Bagian Selatan serta daerah terpencil di kepulauan Selayar.
"Sebagai perusahaan yang berfokus pada bisnis produksi energi listrik melalui pembangkit yang dikelolanya, PLN IP UBP Tello terus mendukung transisi energi secara keseluruhan. Salah satunya dengan pengelolaan PLTS Hybrid Selayar secara maksimal," ungkap Edwin.
Edwin menambahkan, kehadiran PLTS Hybrid Selayar diharapkan dapat meningkatkan daya tarik objek wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan sistem kelistrikan yang lebih andal. "Selain itu, kehadiran PLTS ini juga dapat mengurangi penggunaan energi fosil dan menekan emisi karbon."