Jepang minta KA sedang Jakarta-Surabaya bebas perlintasan sebidang
Jepang minta KA sedang Jakarta-Surabaya bebas perlintasan sebidang. Jika pemerintah ingin menggunakan jalur yang sudah ada, maka diperlukan solusi agar perlintasan tidak terganggu dengan arus lalu lintas darat lain. Kecepatan kereta sedang Jakarta-Surabaya nantinya hanya di kisaran 180-200 kilometer (Km) per jam.
Japan Bank for International Corporation (JBIC) berencana untuk menambah pembiayaan USD 90 miliar atau setara Rp 1.171 triliun untuk sejumlah proyek di Indonesia. Salah satu yang akan dibiayai ialah proyek kereta sedang Jakarta-Surabaya.
CEO JBIC, Takashi Maeda, meminta pemerintah Indonesia dapat segera menyelesaikan studi kelaikan dari proyek tersebut. Pemerintah diminta memperhatikan sejumlah aspek dalam studi kelaikan seperti jalur kereta sedang tidak boleh melewati perlintasan sebidang.
"Kami juga baru mengetahui jalurnya memanfaatkan yang ada dan perlu direhabilitasi," ujar Takashi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/10).
Takashi menambahkan, jika pemerintah ingin menggunakan jalur yang sudah ada, maka diperlukan solusi agar perlintasan tidak terganggu dengan arus lalu lintas darat lain.
"Kereta cepat tidak boleh ada persimpangan dengan kendaraan, maka bagaimana cara mengubah jalur yang sudah ada. Harus ada studi kelaikan," ucapnya.
Takashi melanjutkan, kecepatan kereta sedang Jakarta-Surabaya nantinya hanya di kisaran 180-200 kilometer (Km) per jam. "Kereta cepat tidak secapat seperti yang diberitakan kalau kecepatannya 320 Km per jam," ungkapnya.
Baca juga:
Jepang kasih utang Rp 1.171 T bangun kereta sedang Jakarta-Surabaya
Pemerintah bakal gunakan APBN bangun kereta sedang Jakarta-Surabaya
Pemerintah minati kereta sedang milik Jepang agar tak ada monopoli
Kereta sedang Jakarta-Surabaya belum tentu dibangun Jepang
Ini kata Kepala Bappenas soal kereta sedang Jakarta-Surabaya
Fakta di balik rencana Jokowi bangun kereta sedang Jakarta-Surabaya
Wapres JK harap kereta sedang Jakarta-Surabaya bisa dibangun 2017