Jelang Ramadan, mentan pastikan harga pangan masih stabil
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan bahwa stok dan harga komoditas pangan jelang Ramadan dalam kondisi aman. Saat ini, harga bahan pokok di pasaran masih stabil. Menurutnya, tidak alasan bagi para pedagang untuk menaikan harga komoditas pangan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan bahwa stok dan harga komoditas pangan jelang Ramadan dalam kondisi aman. Saat ini, harga bahan pokok di pasaran masih stabil.
"Khusus untuk Ramadan, Alhamdulillah ini memasuki tinggal satu hingga dua minggu lagi dan harga masih posisi stabil," ujar Amran kepada wartawan seusai memberikan kuliah umum di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjajaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (15/5).
Menurutnya, tidak alasan bagi para pedagang untuk menaikan harga komoditas pangan. Sebab, stok pangan hingga saat ini masih mencukupi
"Jadi tidak ada alasan harga naik. Stok beras kita 2,2 juta ton, itu cukup besar. Itu bisa mencukupi kebutuhan sampai 10 bulan ke depan. Kemudian daging ada tersedia 90.000 ton itu setara 300.000-400.000 ekor sapi ada di Bulog. Gula ada 400.000 ton, jagung kemudian minyak goreng ada 1,5 juta ton," katanya
Amran pun menyebutkan, Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan terus bersinergi untuk menjaga kestabilan harga jelang Ramadhan. Baik dirinya maupun Menteri Perdagangan Enggartiasto rutin melakukan pengecekan harga komoditas ke pasar.
"Jadi kesimpulan tidak ada alasan harga naik. Kami apresiasi kepada sahabatku Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita), luar biasa bergerak cepat ke lapangan dan beliau langsung mengecek setiap hari," pungkasnya.
Baca juga:
Menteri Hanif beberkan tiga masalah kronis yang hambat ekonomi RI
April 2017, neraca perdagangan RI surplus USD 1,24 miliar
Diversifikasi tembakau dinilai matikan industri kretek nasional
Ambisi Mentan Amran jadikan RI lumbung pangan dunia 2045
BPS: Ekspor turun 10,30 persen pada April 2017
DPR wacanakan tarif pajak e-commerce flat, 2-3 persen
Temukan penipuan pengiriman paket, AP II minta publik waspada