LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jelang Libur Natal & Tahun Baru, Menhub Budi Karya Tingkatkan Koordinasi

Menhub memprediksi pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru ini tidak sepadat seperti masa Angkutan Lebaran. Dia memprediksi kepadatan lebih banyak terjadi di tempat wisata.

2019-11-24 14:30:00
Budi Karya Sumadi
Advertisement

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku akan meningkatkan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan maupun penumpang pengguna angkutan massal jelang libur Natal dan Tahun Baru.

"Kita sudah mengumpulkan para stakeholder dan kita berbagi peran, Kementerian PUPR mempersiapkan jalan, Kepolisian menyiapkan tim, kami sendiri juga menyiapkan hal yang perlu dilakukan. InsyaAllah ini berjalan baik," tuturnya di Jakarta, Minggu (24/11).

Sama dengan saat musim Angkutan Lebaran, Menhub menyebut Korlantas Pori akan menjadi koordinator langsung di lapangan.

Advertisement

Kendati begitu, Menhub memprediksi pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru ini tidak sepadat seperti masa Angkutan Lebaran. Dia memprediksi kepadatan lebih banyak terjadi di tempat wisata.

"Prediksinya kalau Tahun Baru tidak sebanyak Lebaran jadi biasanya yang banyak itu di tempat wisata. Orang mau ke Bali, Jogja, itu lebih banyak daripada mereka yang pulang kampung. Jadi memang tempat-tempat tertentu sudah kita lakukan pengamanan," ujarnya.

Baca juga:
Sriwijaya Air Group Beri Bagasi Gratis Saat Natal dan Tahun Baru
Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru 2020, Cek Detailnya
Kemenhub: KPPU Sedang Investigasi Kasus Monopoli Tol Laut
Kemenhub Ramal Ada Kenaikan 1,1 Juta Penumpang Kapal Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Jokowi Ingin Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Gunakan Komponen Lokal

Advertisement

Penyesuaian Tarif Penyeberangan

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan terkait dilakukannya penyesuaian tarif angkutan kapal penyeberangan berkisar 10-15 persen.

"Kalau secara teoritis kenaikannya itu mesti 50 persen baru mereka baru bertahan tetapi pemerintah melakukan ini secara bertahap. Kita upayakan 10-15 persen karena juga untuk menolong kalau ini bisa menolong mereka (operator kapal penyeberangan) maka banyak kapal-kapal penyeberangan yang bertahan dan pelayanannya bagus," jelasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.