Jelang Idul Adha, Kementan Beri Tips Mengetahui Hewan Kurban Sehat
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian memberikan saran kepada masyarakat yang akan membeli hewan kurban sehat untuk Idul Adha. Salah satunya ialah memilih hewan di tempat penampungan atau pemasaran hewan kurban yang telah ditetapkan atau diawasi pemerintah.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian memberikan saran kepada masyarakat yang akan membeli hewan kurban sehat untuk Idul Adha. Salah satunya ialah memilih hewan di tempat penampungan atau pemasaran hewan kurban yang telah ditetapkan atau diawasi pemerintah.
"Saran ini terkait bagaimana memilih hewan kurban yang sehat serta terhindar dari penyakit hewan seperti antraks," kata Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Fadjar Sumping Tjatur Rasa, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (12/7).
Selain itu, dia meminta masyarakat memastikan hewan tersebut memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari dinas atau petugas kesehatan hewan. "Pada saat dilihat atau diperiksa, hewan kurban tersebut bernafas teratur, berdiri tegak dan tidak ada luka," kata Fadjar.
Fadjar juga menyebutkan bagian tubuh hewan yang harus diperhatikan, yaitu bola mata terlihat bening dan tidak ada pembengkakan, area mulut dan bibir bersih, lidah bergerak bebas dan air liur cukup membasahi rongga mulut. Kemudian, area anus bersih dan kotoran hewan padat.
Menurut dia, dengan memastikan aspek-aspek tersebut, hewan kurban yang dipilih aman dari kemungkinan sakit.
Berdasarkan data Ditjen PKH Tahun 2018, penyembelihan hewan kurban di Indonesia mencapai 1.224.284 ekor yang terdiri atas 342.261 ekor sapi, 11.780 ekor kerbau, 650.990 ekor kambing dan 219.253 ekor domba.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, Syamsul Ma'arif, menyebutkan kebutuhan ternak untuk ibadah kurban tahun 2019 ini diprediksi akan meningkat sekitar 10 persen dari kebutuhan tahun 2018.
Syamsul menjelaskan sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit antraks, Kementan akan menurunkan tim pemantauan hewan kurban.
Seperti diketahui, penyakit antraks merupakan penyakit hewan yang disebabkan bakteri yang bisa menyerang hewan, seperti sapi, kerbau, dan kambing/domba, namun bisa juga ditularkan ke manusia (zoonosis) melalui kontak dengan hewan tertular atau benda/lingkungan yang sudah dicemari agen penyakit.
"Tim Pemantauan Hewan Kurban Idul Adha di seluruh Indonesia terdiri atas petugas pusat, provinsi, kabupaten/kota, juga dari unsur mahasiswa kedokteran hewan, dan organisasi profesi," kata Syamsul.
Baca juga:
1.500 Ekor Sapi Telah Dipesan Warga Jakarta Untuk Idul Adha
Ikuti kalender Jawa, warga adat Banakeling di Banyumas baru rayakan Idul Adha
Usai Idul Adha, harga cabai hingga sayuran terpantau stabil
Sebanyak 526 hewan produktif dijadikan kurban
Rayakan Idul Adha, PT Well Harvest Winning Alumina sumbang 22 hewan kurban
Baghdadi serukan jihad dalam rekaman suara pesan Idul Adha
Kerbau kurban ngamuk masuk dalam rumah, tiga orang terluka