LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jawa Timur Serap Pupuk Bersubsidi Paling Banyak

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tbk Achmad Tossin Sutawikara mengatakan, Jawa Timur sebagai wilayah terbesar menyerap pupuk bersubsidi, disusul oleh Jawa Barat pada posisi kedua. Penyerapan pupuk bersubsidi bahkan bisa mencapai 1 juta ton per tahun.

2019-03-21 15:55:05
Jawa Timur
Advertisement

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tbk Achmad Tossin Sutawikara mengatakan, Jawa Timur sebagai wilayah terbesar menyerap pupuk bersubsidi, disusul oleh Jawa Barat pada posisi kedua. Penyerapan pupuk bersubsidi bahkan bisa mencapai 1 juta ton per tahun.

"Kalau yang saya tahu penyerapan pupuk subsidi paling besar itu di Jawa Timur, untuk setahun saja bisa mencapai satu juta sendiri. Kemudian yang kedua Jawa Barat. Total pulau Jawa itu bisa mencapai 60 persen lebih malah," ujarnya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/3).

Sementara itu, untuk Indonesia wilayah timur jumlah penyerapan pupuk bersubsidi masih terbilang rendah. "Perbedaan jumlah itu bukan merupakan prioritas. Semua kita penuhi. Ada kelangkaan, sebut saja di sulawesi bisa masalah itu, walaupun jumlahnya kecil. Harus kita selesaikan," jelasnya.

Advertisement

Sebagai informasi, per 17 Maret 2019, Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 1,83 juta ton ke seluruh wilayah Indonesia dari total 2,33 juta ton yang telah dialokasikan oleh BUMN tersebut dalam waktu yang sama.

Total penyaluran pupuk bersubsidi oleh BUMN tersebut, terdiri dari penyaluran pupuk urea sebanyak 837,2 ribu ton dari alokasi 941,7 ribu ton. Kemudian penyaluran untuk pupuk NPK sebanyak 492,3 ribu ton dari alokasi 616,6 ribu ton.

Sedangkan untuk penyaluran pupuk bersubsidi jenis SP-36 hingga 17 Maret 2019 mencapai 198,3 ribu ton dari alokasi sebanyak 248,9 ribu ton, kemudian untuk pupuk ZA sebanyak 185,62 ribu ton dari alokasi 279,8 ribu ton, dan pupuk organik sebanyak 126 ribu ton dari alokasi 245,6 ribu ton.

Advertisement

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kemenkeu Segera Lunasi Tunggakan Subsidi BBM Rp 11 Triliun ke Pertamina
IRT Ditangkap Polisi Karena Ambil Untung Rp 5 Ribu Dari Pupuk Bersubsidi
SBY tak ingin subsidi pupuk dipangkas demi pembangunan infrastruktur
Gandeng Dahana, Pupuk Kaltim bangun pabrik bahan baku peledak
Ini strategi Pupuk Indonesia tingkatkan daya saing di Pasar global

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.