Jawa Barat jadi daerah dengan kekurangan rumah paling banyak
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PU-Pera, Syarif Burhanuddin menyebut, daerah yang paling banyak backlog ialah Jawa Barat. Namun, Syarif tidak dapat menyebut secara pasti jumlah backlog tersebut.
Backlog perumahan di Indonesia tercatat sebesar 13,5 juta unit berdasarkan kepemilikan, 7,6 juta unit berdasarkan kepenghunian, dan terdapat rumah tidak layak huni sebanyak 3,4 juta unit. Sementara kebutuhan perumahan per tahunnya mencapai 800.000-1.000.000 unit.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PU-Pera, Syarif Burhanuddin menyebut, daerah yang paling banyak backlog ialah Jawa Barat. Namun, Syarif tidak dapat menyebut secara pasti jumlah backlog tersebut.
"Kalau besarannya saat ini Jawa Barat, Daerah Jawa lah secara keseluruhan, besarannya saya tidak hafal persis tapi yang paling besar Jawa Barat," katanya di gedung Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Jakarta, Kamis (28/9).
Dia melanjutkan, sebenarnya masih banyak daerah yang belum mengetahui secara detail pelaksanaan dari program satu juta rumah. Sehingga butuh penjelasan dan sosialisasi ke setiap daerah.
"Mereka sudah dapat peraturannya tapi kan butuh penjelasannya, butuh sosialisasi," ujarnya.
Meski begitu, pemerintah terus berupaya mempercepat batas waktu program tersebut dengan melaksanakan regulasi yang sudah ada. Sebab target pencapaian dari program satu juta rumah itu pada 2019.
Untuk diketahui, hingga Sepetember 2017, rumah yang sudah selesai pembangunannya dan siap huni mencapai 624.344 unit. Dengan rincian jumlah rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 518.694 unit dan non MBR 104.650 unit.
Baca juga:
Hingga September 2017, sebanyak 623.344 unit rumah sudah siap dihuni
Ini ciri rumah idaman generasi milenial, termasuk harga Rp 500 juta
Teknologi rumah kayu jadi jalan keluar atasi backlog perumahan
Kebutuhan rumah per tahun mencapai 1 juta unit
Rumah untuk masyarakat bergaji di bawah Rp 4 juta, DP bisa dicicil 12 bulan